Dicari 3 Orang, 12 Ikut Seleksi Perangkat Desa

Print Friendly and PDF
PULANG PISAU - Upaya melaksanakan ketentuan peraturan menteri dalam negeri (Kemendagri) RI nomor 67 Tahun 2017 tentang perubahan atas peraturan Mendagri nomor 83 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa, maka perlu dilakukan pengisian terhadap beberapa jabatan yang kosong dalam struktur organisasi Pemerintahan Desa.
Sesuai ketentuan tersebut, Desa Sakakajang, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Senin (25/2/2019) menggelar tes seleksi calon perangkat desa di kantor desa setempat.
"Sedikitnya, sejak dibukanya pendaftaran Calon Perangkat Desa pada tanggal 15 sampai pada 25 Februari 2019 ini, ada 12 orang warga desa yang mendaftarkan diri sebagai calon," ujar Ketua Panita seleksi, Robinson kepada awak media, Senin (25/2/2019).
Ia menjelaskan, bawah berdasarkan rekomendasi dari PMD Kabupaten dalam seleksi penjaringan calon perangkat desa yang digelar hari ini, dengan materi uji tes tertulis, tes wawancara, dan tes penguasaan komputer.
"Dari rekom DPMD itu, dicari tiga orang perangkat desa untuk mengganti tiga orang orang yang tidak memenuhi Permendagri itu," tukasnya.
Dilihat dari jumlah peserta 12 orang yang mengikuti seleksi itu, pesertanya juga ada yang sampai mengecam pendidikan S1.
"Kami selaku panitia berharap semoga yang lulus hari ini, nantinya yang terbaik untuk membangun Desa Sakakajang ini," imbuhnya.
Robinson juga mengungkapkan, bahwa pihaknya dalam pelaksanaan seleksi ini tidak ada dilakukan penunjukan langsung. Artinya, terbuka siapapun bagi masyarakat yang ingin ikut seleksi terbuka dengan lebar.
"Yang penting peserta yang ikut bisa memenuhi syarat yang sudah ditetapkan berdasarkan aturan yang ada," katanya.
Sementara, dalam pelaksanaa tes tersebut, dihadiri Kapolsek Jabiren Raya, Iptu Junedinoto, yang sekaligus memberikan arahan, agar kegiatan berjalan dengan aman, dan dari 12 orang peserta yang tidak berhasil, kiranya dapat menerima dengan lapang dada.
"Saya selaku Kapolsek setempat berkewajiban memantau kegiatan ini, dengan harapan agar tidak terjadi gesekan isu sara dan berita hoax. Semoga dengan terlaksananya kegiatan ini, dapat menjadi contoh bagi desa lain. Bahwa inilah caranya berdemokrasi yang benar, dan tidak main tunjuk sesuai seleranya masing-mawing kades, karena ini era keterbukaan," pungkasnya.[manan]
loading...
TAG