BNNP Kalteng Ungkap Peredaran Sabu Diduga Jaringan Malaysia

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Perang terhadap narkoba terus digencarkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah (Kalteng). Pemberantasan narkotika di awal 2019 bahkan kembali menemukan hasil.
Kali ini, BNNP Kalteng berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika jenis sabu di wilayah Kotawaringin Timur (Kotim). Di daerah ini, BNNP Kalteng menangkap seorang laki-laki berinisial SP (22), warga Mentawa Baru Ketapang, Kotim.
Penangkapan terhadap SP bermula dari informasi warga setempat, dimana dikabarkan terjadi transaksi barang haram di rumah pelaku, tepatnya di Jalan Suli Komplek Pepabri, barak nomor 4, Kelurahan Mentawa Baru Ketapang.
Mendapati informasi itu, petugas dari BNNK Kalteng langsung melakukan penyamaran guna mendapatkan identitas pelaku hingga berhasil menangkap pelaku di kediamannya, Sabtu (19/1/2019) lalu sekira pukul 11:00 WIB.
"Diduga peredaran ini adalah jaringan dari Malaysia, karena sebelumnya pernah dilakukan penangkapan BNNK Kotawaringin Barat dengan jumlah 4,6 kg," terang Kepala BNNP Kalteng Brigjen Pol DRS Lilik Heri Setiadi melalui Kabid Pemberantasan BNNP Kalteng, AKBP I Made Kariada, dalam konferensi pers di Kantor BNNP Kalteng di Jalan Tangkasiang Kota Palangka Raya, Senin (4/2/2019).
Didampingi Kepala BNNK Kotawaringin Barat, I Wayan K, Made Kariada mengatakan, untuk pengembangan kasus ini pihaknya melibatkan seorang narapidana di Lapas Sampit bernama Apin alias Tokek.
"Karena tidak cukup bukti (Apin, red) dikembalikan lagi ke Lapas," imbuhnya.
Pelaku berinisial SP diketahui tak lain adalah seorang residivis dan baru bebas dengan kasus yang sama di wilayah Kotim dengan masa hukuman 4,6 tahun.
"Status pelaku dalam peredaran ini sebagai seorang kurir," imbuh Made.
Dilanjutkannya, barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan tersangka berupa satu bungkus berisi sabu dengan berat 1.017 gram, satu buah handpone merek Nokia dan satu buah sepeda motor Honda Scoopy yang digunakan untuk mengantar sabu oleh pelaku.
"Saat ini pelaku sudah diamankan di BNNP Kalteng beserta barang bukti. Pelaku dikenakan Pasal 114 ayat 1 junto pasal 112 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, karena si pelaku ini mengulangi kasus yang sama," tegas Made.[abimanyu/kenedy]
loading...
TAG