Waket DPRD Ini Imbau PBS Bantu Rencana Operasi Gratis Bibir Sumbing di Bartim

Print Friendly and PDF
TAMIANG LAYANG - Wakil Ketua I DPRD Barito Timur, Ariantho S Muler ST MM, mengharapkan Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang bekerja di Kabupaten bersemboyan Gumi Jari Janang Kalalawah, untuk ikut membantu jalannya rencana kegiatan operasi gratis bibir sumbing dan celah langit, yang akan dilaksanakan pada tanggal 26 hingga 28 April 2019.
Harapan dan imbauan tersebut disampaikan oleh Ariantho, di sela kegiatan pembukaan Pelatihan Manajemen Organisasi Lembaga Kemasyarakatan Desa Karang Taruna, yang dilaksanakan di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Mantawara, Tamiang Layang, Bartim, Kamis (24/1/2019).
Dikatakan oleh pria yang akrab disapa Toto ini, kegiatan bakti sosial yang digagas oleh Smile Train Indonesia perwakilan Kalimantan Tengah, bekerjasama dengan Yayasan Anugrah Sentosa dan Pemkab Bartim tersebut, sedianya merupakan hal yang sangat positif.
Bukan saja mengurangi jumlah penderita bibir sumbing dan celah langit, tapi juga bagi keberlangsungan peningkatan pembangunan di bidang kesehatan di Bartim.
"Saya selaku wakil masyarakat Bartim, sangat senang dengan adanya rencana kegiatan ini, maka dari itu saya sangat mengharapkan agar seluruh pihak-pihak swasta yang berkemampuan dan terutama PBS yang wilayah kerjanya di Bartim, untuk membantu dan mendukung kegiatan ini dalam bentuk apapun. Supaya, kegiatan kemanusiaan semacam ini, bisa berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat secara luas nantinya," sebutnya.
Lanjut Toto, rencana kegiatan yang baru pertama kalinya dilaksanakan di Bartim ini, pun juga diharapkan mendapatkan respon positif dan cepat dari masyarakat, terutama para penderita bibir sumbing dan celah langit, agar segera mendaftarkan diri untuk menjadi pasien dari kegiatan ini.
Terutama adalah pihak Dinas Kesehatan Bartim, yang disarankan oleh pria kelahiran Desa Tampa, Kecamatan Paku, Bartim ini, untuk segera menyampaikan informasi baik ini langsung kepada masyarakat, baik melalui petugas kesehatan maupun pos-pos kesehatan di desa-desa, seperti Puskesmas, Pustu, Polindes dan lainnya.
"Saya juga menghimbau kepada pihak Dinkes Bartim, untuk segera menghimpun data calon pasien dan menginformasikan hal ini langsung kepada masyarakat, melalui petugas kesehatan dan pos-pos pelayanan kesehatan di desa-desa. Begitupun dengan masyarakat yang mengetahui informasi ini, segera sampaikan kepada pihak keluarganya masing-masing yang memang menderita bibir sumbing dan celah langit, untuk segera mendaftarkan dirinya di pos-pos kesehatan terdekat," imbaunya.
Operasi bibir sumbing dan celah langit gratis ini sendiri, digagas oleh Smile Train Indonesia perwakilan Kalteng, mengingat masih ada beberapa data penderita di wilayah Bartim dan sekitarnya, yang belum tersentuh.
Hal tersebut, dikatakan oleh Ketua Smile Train Indonesia perwakilan Kalteng, Chris Alessandro Philip, dikarenakan alasan biaya, sehingga pihak keluarga tidak bisa melaksanakan operasi bagi anggota keluarga mereka yang menderita bibir sumbing ataupun celah langit.
"Mahalnya biaya operasi yang mencapai Rp10 juta sampai dengan Rp30 juta per orang, adalah alasan utama penderita tidak bisa melaksanakan operasi bibir sumbing dan celah langit, apalagi kebanyakan memang penderita adalah dari kalangan masyarakat kurang beruntung. Untuk itulah, kami datang, khusus membantu memberikan pelayanan operasi ini, tanpa dipungut biaya sepeserpun," ungkapnya.
Dengan menggandeng Yayasan Anugrah Sentosa sebagai penyedia Dokter bedah plastik dan Pemkab Bartim, serta DPRD dan masyarakat dan pihak-pihak swasta, serta didukung oleh KabarKalteng.com, AntaraTV dan BetangTV, kegiatan operasi gratis ini nantinya, direncanakan akan dilaksanakan di RSUD Tamiang Layang, 26 sampai 28 April 2019.
Dikatakan oleh Philip lagi, pelaksanaan kegiatan ini, sengaja diletakan jauh-jauh hari, hal tersebut diharapkan agar pihak panitia yang dibantu oleh seluruh stakeholder terkait, bisa menjaring lebih banyak data calon pasien, baik di Bartim maupun dari wilayah-wilayah lainnya di Kalteng dan Kalsel.
"Mudah-mudahan, dengan rentang waktu yang agak panjang ini, nantinya bisa menjaring lebih banyak data calon pasien," harapnya.[tampetu]
loading...
TAG