Waduh, KIS di Bartim Juga tak Berlaku Lagi..!

Print Friendly and PDF

TAMIANG LAYANG - Dampak dari ditutupnya layanan bagi penguna Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang merupakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mulai dirasakan masyarakat pengguna kartu kesehatan gratis tersebut.

Salah satunya adalah Sapran (45) pasien penderita diabetes yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)Tamiang Layang yang berasal dari Desa Juru banu, Kecamatan Paju Epat, Barito Timur (Bartim) mengeluhkan tidak berlakunya kartu KIS tersebut.

"Saya sangat merasakan dampak soal ini, mengingat saya bukan berasal dari kalangan keluarga yang mampu. Sekarang berobatnya pun mengunakan dana pribadi," ucapnya merasa berat kepada Kabarkalteng.com, Jumat (4/1/2019).

Sementara, Direktur RSUD Tamiang Layang dr Jimmi Wisman Sotomo Hutagalung membenarkan dihentikannya layanan pengunaan kartu KIS tersebut yang mengacu pada surat dari pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Bidang Kesehatan yang ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Bartim yang mana lampiran surat tersebut juga diterima oleh pihak RSUD Tamiang Layang melewati Dinas Kesehatan setempat.

"Itu dasar kita menghentikan layanan kartu KIS tersebut. Jadi masalah ini bukan karena keinginan dari pihak kita," ungkapnya.

Lebih lanjut Jimmi menyampaikan, bahwa penghentian layanan kartu KIS tersebut berlaku untuk seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Bartim.

"Jadi tidak hanya di RSUD Tamiang Layang saja tapi menyeluruh di wilayah Bartim," timpalnya.

Disinggung apakah penghentian layanan bagi warga masyarakat penguna kartu KIS tersebut diakibatkan oleh defisitnya anggaran yang dialami oleh Pemkab Kabupaten Bartim.

"Penghentian ini bukan dikarenakan defisit anggaran dan bukan juga karena tunggakan, tapi semata-mata karena belum diperpanjangnya surat perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Barito timur dengan pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Muara Teweh Kabupaten Barito Utara," pungkasnya.[adi]


loading...
TAG