Sehari, di Kapuas Lima Pemuda Tewas Akibat Miras Oplosan

Print Friendly and PDF
foto: ilustrasi net
KUALA KAPUAS - Korban meninggal diduga overdosis minuman keras (miras) oplosan di Kabupaten Kapuas total sebanyak lima orang. Ini terjadi di wilayah kecamatan yang berbeda dalam tempo hampir bersamaan, dan pada hari yang sama.
Kapolres Kapuas, AKBP Tejo Yuantoro, melalui Kapolsek Kapuas Murung, Iptu Subandi, Rabu (30/1/2019) menerangkan, dua korban warga Kecamatan Kapuas Murung meninggal diduga akibat overdosis miras oplosan.
"YK (32) asal Dadahup dan PL (38) warga Desa Sumber Alaska, Kecamatan Kapuas Murung, keduanya korban meninggal diduga mengkonsumsi miras oplosan," beber Kapolsek.
Kedua korban sebelumnya mengeluh sakit kepala, muntah-muntah dan sakit perut, sempat dilarikan ke rumah sakit setempat, namun nyawanya tak tertolong. Keduanya meninggal dalam waktu hanya terpaut hitungan jam pada Rabu, 30 Januari 2019, sekira waktu dinihari dan subuh.
Sementara itu, tiga korban lain meninggal akibat miras oplosan terjadi di Kelurahan Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas.
"Kepolisian Sektor Kapuas Hilir, menerima informasi dari masyarakat adanya warga Mambulau meninggal dunia, diduga usai mengkonsumsi miras oplosan," ucap Kapolres Kapuas, melalui Kapolsek Kapuas Hilir, Iptu Rabiatul Adawiyah, Rabu (30/1/2019).
Ketiga korban, sambungnya, yaitu,  IF (21), SM (21), dan AM (23), sebelum meninggal ketiga pria itu juga mengalami keluhan yang sama sakit perut, sakit kepala serta muntah, pada saat dilakukan pertolongan medis di rumah sakit.
"Ketiga korban diduga mengkonsumsi miras oplosan alkohol 70 persen yang dicampur dengan minuman berenergi merk kuku bima," jelas Kapolsek Kapuas Hilir.
Sementara itu, dokter jaga rumah sakit yang menangani para korban menyebutkan, ketiga korban dibawa ke rumah sakit dalam kondisi setengah sadar.
"Korban mengalami gejala yang sama, sakit perut, sakit kepala dan muntah-muntah," jelas dr. Ryan Feizal.
Kepolisian sebelumnya mengantisipasi fenomena miras oplosan ini, baik melalui cara persuasif menyampaikan kepada kepada generasi muda akan dampak buruk miras oplosan maupun melalui tindakan hukum, memberi efek jera bagi pelaku penjual miras.[zulkifli]
loading...
TAG