Salah Paham, Rekan Kerja Diparang Hingga Tangan Hampir Putus

Print Friendly and PDF

PULANG PISAU - Tindak pidana penganiayaan terjadi di lokasi gudang pengisian BBM di perkebunan sawit PT Surya Cipta Perkasa (SCP), Desa Paduran Sebangau, Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, pada Selasa (29/1/2019) sekitar Pukul 10.30 WIB.
Diketahui pelaku penganiayaan dilakukan oleh Angga Saputra (32) terhadap Muhammad Yusuf warga Desa Pandulangan, RT 005, RW. 002, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Pelaku juga diketahui berdomisili di perumahan karyawan Afdeling 88, PT SCP 1. Penganiayaan diduga terjadi atas kesalahfahaman antara dua orang pria tersebut.
Dari keterangan saksi yang disampaikan Kapolres Pulang Pisau AKBP Siswo Yuwono BPM melalui Kasatreskrim Iptu Jhon Digul Manra menjelaskan telah terjadi tindak pidana penganiayaan di depan gedung pengisian BBM di perkebunan sawit milik PT SCP 1.
Saat itu, saksi atas nama Silwan tengah membuat bon pengeluaran BBM. Tiba-tiba dirinya mendengar ada suara keributan di luar gudang. Mendengar itu, dirinya langsung keluar dari gudang untuk memastikan suara tersebut.
Setibanya di luar, Silwan langsung melihat pelaku mengambil sebilah parang dari dalam mobil Hilux mega cabin miliknya.
Selepas itu, lanjut Iptu Jhon Digul, pelaku langsung mengejar korban dengan sebilah parang ditangannya. Korban sempat lari, dan dikejar pelaku sampai akhirnya korban kena tebas di bagian punggung sehingga korban mengalami luka.
Usai melukai korban, pelaku kembali ke dalam mobilnya untuk menyimpan parang yang sehabis melukai korban.
Melihat pelaku masuk ke dalam mobil, korban mengambil pipa paralon dan memukulkannya ke arah kepala pelaku sehingga kepala pelaku mengalami luka robek.
Kemudian pelaku kembali lagi ke dalam mobilnya untuk mengambil senjata tajam, namun kali ini sajam jenis pisau.
Melihat pelaku kembali mengambil pisau, korban berupaya kabur dan masuk ke dalam sebuah ruangan teknis, dan mengunci pintu.
Kemudian, pelaku kembali ke mobilnya untuk mengambil sebilah parang yang sebelumnnya dibawanya untuk melukai korban. Selanjutnya, pelaku langsung menuju ke arah kantor teknik dan mendapati korban hendak lari ke arah gudang.
"Setiba di gudang, korban tidak dapat lagi melarikan diri, karena tidak ada jalan keluar. Lalu pelaku langsung membacok korban kembali sehingga mengenai pergelangan tangan sebelah kanan. Akibat tebasan itu, korban mengalami luka tangan kanan hampir putus akibat tebasan parang pelaku," kata Jhon Digul mengabarkan kepada awak media, Rabu (30/1/2019).
Sementara atas kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah mata luka cukup parah, diantaranya luka bacok di bagian punggung, rusuk sebelah kanan dan luka bacok pergelengan tangan kanan, dan tangan kanan hampir putus.
"Kejadian ini diduga atas kesalahfahaman antara kedua pria tersebut. Atas kejadian ini juga, pelaku akan kita kenakan 354 ayat (1) KUHPidana atau pasal 351 ayat (2) KUHPidana atau Pasal 351 ayat (1) KUHPidana tentang tindak pidana Penganiayaan Berat atau penganiayaan," kata Jhon Digul.
Diketahui pula, kedua pria yang bersalahpahaman ini merupakan satu rekan kerja di perusahaan tersebut.[manan]
loading...
TAG