Revitalisasi KTM Diharapkan RMP Berfungsi

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Keberadaan Rice Milling Plant (RMP) atau gudang dan pabrik padi berskala besar di kawasan unit pemukiman transmigrasi (UPT) A2 Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalteng, diharapkan segera difungsikan setelah revitalisasi Kota Terpadu Mandiri (KTM) pada bidang pertanian terealisasi pada tahun anggaran 2019 ini.
Kepala Dinas Transmigrasi Kabupaten Kapuas, Drs H Sukiran, Rabu (30/1/2019) mengatakan, pemerintah melalui APBN maupun APBD telah memproyeksikan revitalisasi KTM bidang pertanian pada kawasan transmigrasi di Kecamatan Dadahup.
Adanya Revitalisasi KTM itu, lanjutnya, diharapkan dapat mengoptimalkan sarana dan prasarana yang telah ada.
"Revitalisi KTM itu untuk pertanian seluas 200 hektar lahan warga setempat, di kawasan UPT A1, A2, A4, dan A5," kata Sukiran, dikonfirmasi kabarkalteng.com di ruang kerjanya.
Di kawasan itu juga akan dibangun tanggul-tanggul penahan air dengan sistem tata air mikro, sehingga nantinya lahan warga dapat digunakan maksimal untuk pertanian.
"Jika pertanian di empat kawasan UPT itu nantinya telah berjalan, keberadaan RMP dapat digunakan secara maksimal " terang mantan sekretaris Disdik ini.
Sejak dibangun pemerintah beberapa tahun lalu, RMP itu hingga kini belum difungsikan. RMP itu sendiri memiliki peran penting dalam sistem agribisnis padi, dengan kapasitas penggilingan padi berkemampuan 3 ton per jam.
Difungsikannya RMP juga akan menyerap tenaga kerja, ke depan hasil panen padi akan menjadi produksi daerah sendiri.
"Jika pertanian pada kawasan itu berjalan, perekonomian dapat meningkat, dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat, selain itu Bulog wajib menampung beras daerah, sepanjang memenuhi persyaratan," pungkas Sukiran.[zulkifli]
loading...
TAG