Peredaran Luas, Penerimaan Rendah, Pajak Galian C Berpotensi Kebocoran..?

Print Friendly and PDF

KUALA KAPUAS - Penerimaan pajak mineral bukan logam galian C tidak tercapai. Hingga akhir 2018 lalu, hanya berkisar 70 persen, atau dari target Rp2,3 miliar, tercapai hanya Rp1,6 miliar.

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Kapuas, Andreas Nuah, Jumat (11/1/2019) mengatakan, pihaknya akan melakukan penelusuran agar bisa memaksimalkan pendapatan pajak dari sektor galian C. Ini untuk memaksimalkan target khususnya pada jenis pasir dan tanah.

"Untuk pasir dari target Rp400 juta, yang tergali hanya Rp158 juta saja," ungkap Andres Nuah.

Menurutnya, dari peredarannya pasir selama ini sangat besar potensinya, namun faktanya rendah dari segi pendapatan, sangat memungkinkan adanya indikasi sebagian pasir yang beredar pajaknya tidak tercover.

Peredaran pasir yang berasal dari daerah Belawang, Kapuas Murung dan dari kecamatan Mantangai itu cukup besar. Ironisnya, karena pendapatan pajak tidak sesuai dengan jumlah peredarannya, hal itu bisa saja diduga berpotensi terjadi kebocoran dari sumber itu, menghambat target pemasukan, yang berarti juga kebocoran pada PAD.

"Belum lagi di Kecamatan Mantangai, selain pasir bahan bangunan juga ada pasir korsa, zircon dari ini hampir nol pendapatan," bebernya lagi.

Untuk itu, sambungnya, pihaknya akan melakukan pengecekan seluruh lokasi penampungan galian C, menginventarisir  lokasi penampung-penampung pasir, juga pemegang KP, serta akan melakukan koordinasi dengan instansi lain, khususnya pihak Dinas Perhubungan terkait dengan angkutan, agar dapat diketahui kemana dan berapa saja distribusinya selama ini.[zulkifli]


loading...
TAG