Penerapan K13, Guru Dituntut Profesional dan Mandiri

Print Friendly and PDF

KUALA KAPUAS  - Peran guru pada penerapan kurikulum 2013 (K-13) memang tak sama dengan kurikulum lainnya. Sebelumnya, guru berfungsi sebagai pengajar  namun kini mereka harus menjadi fasilitator pembelajaran bagi siswa.

Kemampuan berpikir tingkat tinggi (high order thinking skill) diharapkan dapat dilakukan siswa dengan difasilitasi para guru. Untuk itu, diperlukan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) bagi guru.

Ketua melalui Sekretaris Majelis Dikdasmen Daerah Muhammadiyah Kapuas, Sogianoor SPd, Sabtu (12/1/2019) mengatakan, pengembangan itu salah satunya adalah melalui Bimbingan Teknis (Bimtek).

"Bimtek merupakan bagian dari pengembangan keprofesian berkelanjutan, yang harus dilakukan oleh seorang guru profesional," kata Sogianoor saat memberikan sambutan pada Bimtek Penilaian K-13 bagi guru dan kepala sekolah SDS Muhammadiyah se-Kapuas, di SD Muhammadiyah Selat, Jalan Barito Kuala Kapuas.

Untuk mengembangkan keprofesionalan, lanjutnya, guru harus mandiri. "Meski dengan biaya sendiri, tanpa bantuan uang transport pun, dimanapun harus dikejar agar kompetensi keprofesionalan bisa update sesuai perkembangan" imbuh Kasi Peserta Didik, Bidang Pembinaan SMP Disdik Kapuas ini.

Terlebih, sambungnya, bagi guru yang bekerja di lingkungan Muhammadiyah yang telah mendapatkan tunjungan sertifikasi bisa menyisihkan dari tunjangannya untuk pengembangan diri dimaksud.

Dalam kegiatan Bimteks tersebut, diikuti semua kepala sekolah dan guru SD Muhammadiyah se Kabupaten Kapuas, kegiatan itu turut didukung PT Erlangga Perwakilan Kapuas, dengan menghadirkan   Bubu M.Pd sebagai narasumber.[zulkifli]


loading...
TAG