Pemdes Ingin Pemberian Bantuan Sesuai Kondisi Sebenarnya

Print Friendly and PDF
BUNTOK - Kejadian di mana umat Katolik Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, mengeluhkan adanya indikasi ketimpangan dalam pemberian bantuan pembangunan rumah ibadah, menuai harapan dari Pemdes setempat.
Di sela kegiatan pelaksanaan Musyawarah Pembangunan Desa (Musrenbangdes), yang dilaksanakan di Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Barsel, Selasa (29/1/2019), Sekretaris Desa Kalahien, Jaliansyah, berharap agar pemberian bantuan oleh Pemkab kepada masyarakat, harus sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
"Ya, kita berharap agar setiap pemberian bantuan harus disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan, guna menghindari munculnya kecemburuan sosial di tengah masyarakat," sebutnya berharap.
Sementara itu, sebelumnya, saat acara Musrenbangdes tengah berlangsung, salah satu umat Katolik Desa Kalahien yang juga merupakan Demang Kepala Adat Kecamatan Dusun Selatan, Ardianson B, mengkritisi sulitnya realisasi permohonan bantuan pembangunan Gereja Katolik, dengan cara meminta "diajarkan" caranya pembuatan proposal yang benar.
Kritik ini, dilontarkan langsung oleh Ardianson, kepada tim Musyawarah Pembangunan Desa (Musrenbangdes) perwakilan Pemerintah Kabupaten Barito Selatan dan Anggota DPRD Barsel, pada saat pelaksanaan kegiatan Musrenbangdes Kalahien, Selasa (29/1/2019).
Dikatakan Ardianson, bahwa sudah beberapa kali umat Katolik Kalahien, menyampaikan permohonan untuk melakukan rehabilitasi dan pembangunan baru Gereja Katolik di Kalahien, namun hingga saat ini urung juga direalisasikan oleh Pemkab setempat.
Diterangkan oleh Ardianson, berdasarkan data, bahwa ada beberapa rumah ibadah yang jumlah umatnya tidak sampai sepuluh Kepala Keluarga (KK), bisa mendapatkan bantuan pembangunan mencapai angka Rp50 juta.
"Sedangkan kami, yang setiap ibadah Minggu, apalagi hari besar seperti Natalan, bisa sampai duduk di luar bangunan gedung, karena banyaknya umat, sampai saat ini masih belum merasakan bantuan pembangunan Gereja, padahal sudah puluhan kali kami ajukan proposalnya," cecarnya.
Untuk itu, pria kelahiran Desa Mabuan, Kecamatan Dusun Selatan ini, meminta agar melalui kegiatan Musrenbangdes ini, aspirasi umat Katolik Desa Kalahien, bisa diakomodir, sebab menurut dia bukan kekecewaan yang mereka rasakan, hanya saja mereka juga ingin turut merasakan kebahagiaan yang sama, dengan umat agama lainnya, yang mendapatkan bantuan.
"Kami tidak kecewa, tapi kami juga ingin merasakan kebahagiaan yang sama. Karena selama ini, kami selalu mandiri berasalkan dari dana sumbangan umatlah kami membangun gereja kami," sebutnya.[tampetu]
loading...
TAG