Mobil Oleng, 14 Orang Luka-luka Dua Tewas

Print Friendly and PDF

PULANG PISAU - Sebuah mobil Pikap jenis Toyota Hilux yang diketahui membawa 16 penumpang mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Trans Kalimantan KM 100, Desa Mantaren I, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Minggu (6/1/2019) sekitar pukul 10.00 WIB.

Dari laka tersebut, dua penumpang dilaporkan telah meninggal dunia, sedangkan 14 orang lainnya mengalami luka-luka.

Kapolres Pulang Pisau, AKBP Siswo Yuwono Bima Putra Mada, melalui Kasatlantas, Iptu Supriyanto, mengatakan, kecelakaan telah dialami mobil Toyota Hilux yang dikemudikan oleh Eko Wiyoto (43), warga Desa Buntoi, Rt 10, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau.

Toyota Hilux dengan nopol DA 9274 tersebut membawa penumpang sebanyak 16 orang, dari arah Palangka Raya menuju Kabupaten Kapuas.

Selanjutnya, sesampai di Tempat Kejadian Perkara (TKP), mobil mengalami kendala, oleng kekiri. Sehingga menyebabkan ban depan dan belakang sebelah kiri keluar badan jalan.

Pada saat mobil tersebut hendak naik ke badan jalan, kata Iptu Supriyanto, mobil  malah terbalik karena kecepatan tinggi dan kapasitas muatan melebihi kapasitas standar.

Akibatnya, dari kejadian tersebut atas nama M Jainuri, warga Dusun Sumberejo Rt. 01 Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur meninggal dunia bersama satu orang penumpang lainnya atas nama Wagiran.

"M Jainuri dan Wagiran meninggal dunia, sedangkan penumpang mobil yang lain mengalami luka-luka," katanya.   

Sementara, penumpang lainnya yang mengalami luka-luka masing-masing bernama, Eko Wiyoto (43), Anam, Tokiyo (36), Misdan, Usman (35), Mat Hasim (60), Doni Setiawan (36), Supangi (44), Supono (51), Hamdan (30), Sarwani (43), Boiman (69), Yatmanto (40), dan Sugeng Santoso (69).

"Keseluruh korban itu, rata-rata orang luar daerah (pulau jawa dan Kalimantan Selatan). Mereka semuanya buruh bangunan," ucap Supriyanto.

Sedangkan, tambahnya, faktor utama penyebab laka, ungkap Supriyanto, karena pengemudi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan kelebihan muatan.  

"Untuk tindakan sendiri, kita telah mendatangi TKP, mencatat saksi, mengevakuasi korban, olah TKP, mengamankan BB dan melakukan penyelidikan dan penyidikan," tukasnya.[manan]


loading...
TAG