Miris..! Kondisi Warga Ipu Mea Ini Perlu Perhatian Pemerintah Bartim

Print Friendly and PDF
TAMIANG LAYANG - Miris, itu ungkapan yang terucap saat Kabarkalteng.com mendatangi kediaman Malini (75) warga Desa Ipu Mea Kecamatan Karusen Janang, Barito Timur (Bartim), Kamis (31/1/2019).
Bagaimana tidak, rumah yang berukuran kurang lebih 6x10 meter tersebut sudah tidak layak huni, lantai serta dindingnya sudah terlihat lapuk, sementara di rumah tersebut ditinggali Malini beserta ibunya berusia 90 tahun lebih.
Ini diperparah dengan kondisi kejiwaan Malini yang mengalami depresi pasca suaminya terbunuh beberapa tahun yang lalu.
Ditemui di Kantornya, Kades Ipu Mea, Hermanus menuturkan, saat ini Marlini belum mendapat perhatian dari Dinas terkait, sementara kondisinya sangat memprihatinkan.
"Untuk saat ini kebutuhan makan minum keluarga tersebut berasal dari bantuan warga jemaat GKE Ipu Mea yang rutin memberikan sembako setiap minggunya dan itu juga ditambah dari sumbangan aparat Desa serta tetangga disekitar kediamannya," terangnya.
Hermanus juga membenarkan, pasca suaminya mati terbunuh kondisi kejiwaan Marlini mulai terganggu.
"Memang betul, dia mengalami depresi semenjak kematian suaminya, terus ditambah lagi rumahnya yang ada tidak jauh dari jalan lintas angkutan batu bara (wilayah Desa Tampa, red) terbakar. jadi semenjak itu mulai ada perubahan sikap yang bersangkutan," tuturnya.
Lebih lanjut, Hermanus mengatakan, pada 12 Maret 2018 pihaknya dalam hal ini Pemerintah Desa Ipu Mea pernah mengajukan usulan bedah rumah Malini beserta 13 rumah warga yang lainnya kepada Dinas Sosial Kabupaten Barito Timur. Hanya sampai saat ini kita tidak tau kapan akan terealisasi.
"Mudah-mudahan lewat pemberitaan ini instansi terkait bisa merespon atau bisa mengambil langkah dengan cepat, mengingat usia serta tempat tinggal kedua warganya tersebut begitu memprihatinkan," harapnya.[adi]
loading...
TAG