Lagi, Tiga Pemuda di Kapuas Tewas Akibat Miras Oplosan

Print Friendly and PDF
KUALA KAPUAS - Setelah sebelumnya dua orang di Kecamatan Kapuas murung meninggal akibat miras oplosan. Kembali tiga orang meninggal dunia, diduga usai mengonsumsi minuman keras (miras) oplosan yang terdiri dari alkohol 70% yang dicampur minuman berenergi merk kuku bima.
Ketiga pria naas itu IF (21), SM (21), dan AM (23) merupakan warga Kelurahan Mambulau, Kecamatan Kapuas, Hilir, Kabupaten Kapuas, Kalteng.
Kapolres Kapuas AKBP Tejo Yuantoro, melalui Kapolsek Selat Hilir, Iptu Rabiatul Adawiyah, Rabu, (30/1/2019) mengatakan, piket fungsi KA SPK Polsek menerima informasi dari masyarakat,
"Adanya warga Mambulau meninggal dunia akibat over dosis miras oplosan di rumah sakit Kapuas, kemudian petugas mendatangi warga yang meninggal tersebut," ungkap Kapolsek.
Kronologis kejadian, lanjutnya, hingga  menewaskan tiga pria asal Mambulau akibat mengkonsumsi miras oplosan di Kapuas, yang menurut keluarga korban tempat kejadian belum diketahui.
"TKP untuk saat ini masih dalam lidik, pada Senin, 28 Januari sekitar pukul 21.00 WIB, tiga orang korban diketahui dalam keadaan di bawah pengaruh alkohol menggunakan satu buah sepeda motor datang dari kota Kapuas," ungkapnya.
Ketiga korban selanjutnya menuju  Mambulau, gang Karya, rumah saudari Tatik yang biasa menggunakan wifi berbayar.
Kemudian, lanjutnya, dua orang, IF dan AM pulang terlebih dahulu menggunakan sepeda motor, sementara SM bertahan dikarenakan takut pulang ke rumah karna dalam kondisi mabuk.
"Ketiga korban diduga mengkonsumsi miras oplosan alkohol 70% yang dicampur dengan minuman berenergi kuku bima," jelasnya.
Hal itu kuat dugaan di sekitar lokasi rumah wifi berbayar itu ditemukan botol bekas alkohol 70% dan bekas bungkus minuman berenergi.
Setelah para korban pulang ke rumahnya masing-masing, pada Selasa 29 Januari  ketiga korban mengalami sakit perut, muntah-muntah  serta sakit kepala, kemudian dibawa ke rumah sakit Kapuas.
Setelah sempat mendapatkan perawatan medis korban IF meninggal dunia di rumah sakit pada Rabu, 30 Januari sekitar pukul 06.00 WIB dan korban SM pada hari yang sama pukul 07.00 WIB juga dinyatakan meninggal dunia.
Sementara AM sempat kritis dan pada 09.40 hari yang sama juga meninggal dunia.
Menurut keterangan dokter jaga di RSUD Kapuas yang menangani para korban tersebut menyatakan para korban miras oplosan tersebut dibawa ke rumah sakit dalam keadaan setengah sadar.
"Dan mengalami gejala yang sama muntah-muntah dan hasil diagnosa bahwa di dalam lambung korban banyak gumpalan darah merah, diduga kuat karena meminum alkohol," jelas dr. Ryan Feizal.
Diduga kuat, lanjutnya, akibat mengkonsumsi minuman berakohol meskipun sempat ditangani oleh tim medis, namun tidak dapat tertolong.[zulkifli]
loading...
TAG