Lagi Rehat, Karyawan Sawit Ini Digorok Hingga Tewas

Print Friendly and PDF

PULANG PISAU - Malang nasib Waliyo (45), tenaga rawat dan panen (ph2) Afdeling 88 klas 1 di PT Karya Luhur Sejati (KLS) 1, Desa Papuyu 3, Kecamatan Kahayan Kuala (Bahaur), Kabupaten Pulang Pisau.

Waliyo ditemukan tewas di lokasi kerjanya dengan sejumlah mata luka menganga di bagian leher dan bagian tubuh lainnya pada Kamis (3/1/2019) sekitar pukul 19.00 WIB.

Korban diketahui warga Dusun Sumur Rt.03/Rw 01, kelurahan Jlubang, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan (Jawa Timur).

Korban tewas di tempat kejadian perkara (TKP) dengan sejumlah mata luka menganga di bagian bagian leher sebelah kiri dengan panjang 12 cm lebar 9 cm kedalaman 8 cm, luka robek leher bagian belakang panjang 10 cm lebar 4 cm kedalaman 4 cm, luka robek bagian tangan sebelah kanan panjang 4 cm lebar 1 cm kedalaman 1 cm dan luka robek lutut sebelah kanan luka panjang 4,5 cm lebar 1 cm kedalaman 1 cm.

Kapolres Pulang Pisau, AKBP Siswo Yuwono Bima Putra Mada melalui Kasatreskrim, Jhon Digul Manra, menjelaskan uraian singkat kejadian. Pada Kamis tanggal 3 Januari 2019 l, sekira jam 16.00 WIB, saksi mengecek kondisi rumah korban yang saat itu masih terkunci dari luar.

Kemudian, lanjut Iptu Jhon Digul, saksi melaporkan hal tersebit kepada rekan-rekannya (karyawan) lainnya, bahwa korban belum pulang dari tempat kerjanya.

Setelah itu, lanjut Jhon, sekitar pukul 18.00 WIB para saksi bersama salah satu asisten/kepala Afdeling di perusahaan tersebut dan dibantu rekan karyawan tenaga rawat dan panen lainnya melakukan pencarian terhadap korban.

Kemudian sekitar pukul19.00 WIB diketemukan korban dalam keadaan meninggal dunia, dengan kondisi luka bekas benda tajam pada bagian leher.

Selanjutnya, mendapat laporan tersebut, Tim Polres Pulang Pisau yang terdiri dari Kasat Reskrim, KBO Reskrim, Unit Identifikasi, Resmob dan Kapolsek Kahayan Kuala beserta anggota mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Berdasar keterangan para saksi dan dari olah TKP, kemudian tidak lebih dari 1x24 jam dapat  mengamankan sebanyak 2 orang yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap korban, dan disesuaikan dengan keterangan pelaku didapatkan bahwa pelaku ada membunuh korban di areal ancah kebun sawit bersebelahan dengan tempat pelaku memanen sawit.

"Sekitar pukul 03.00 WIB, melakukan olah TKP dan kita meminta pelaku untuk menunjukan barang bukti berupa alat yang dipergunakan untuk menghabisi nyawa korban dan ditemukan alat berupa 1 buah dodos atau alat yg dipergunakan untuk memanen buah sawit yg terbuat dari kayu, panjang kurang lebih 170 cm dengan mata pisau terbuat dari besi baja," terang Iptu Jhon Digul kepada awak media, Jumat (4/1/2019).

Selanjutnya, tambah Jhon Digul, setelah dilakukan introgasi terhadap pelaku atas nama nama Ewin Tangkomang (23) mengatakan saat  saat itu korban sedang duduk beristirahat dibawah pohon sawit setelah memanen buah sawit, kemudian pelaku mengambil 1 buah dodos alat pemanen buah sawit dari arah belakang korban kemudian menyerang dan mengarahkan dodos tersebut keleher korban, dan melukai leher korban serta menyebabkan korban meninggal di tempat.

Setelah itu, kata Jhon Digul, pelaku memanggil Yulius Nataniel (20) untuk membantu menarik korban dan menenggelamkannya di lubang parit di area kebun sawit yang tidak jauh dari korban dihabisi.

"Pelaku ini melakukan pembunuhan terhadap korban pada Kamis tanggal 3 Januari 2019 sekitar pukul 06.00 WIB," kata Jhon Digul.

Sementara, diungkapkan Iptu Jhon Digul, untuk motif pelaku menghabisi korban masih didalami dan menunggu hasil penyidikan lebih lanjut dari Sat Reskrim  Polres Pulang Pisau.

"Tindakan yang telah kita diambil, yakni mendatangi TKP, melakukan olah TKP, mencari saksi-saksi, lidik pelaku dan mengamankan pelaku serta melakukan penyidikan lebih lanjut. Untuk pasal tentang tindak pidana  pembunuhan atau penganiayaan mengakibatkan meninggal dunia, sebagaimana dimaksud dalam pasal 338 KUHPidana atau Pasal 351 ayat (3) KUHPidana," terangnya.[manan]


loading...
TAG