Lagi, Polres Bartim Ungkap Kasus Curanmor antar Provinsi

Print Friendly and PDF

TAMIANG LAYANG - Pengungkapan kasus pencurian motor (curanmor) kembali diungkap Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Barito Timur (Bartim). Kali ini, beberapa tersangka plus barang bukti dipaparkan di hadapan awak media di halaman Mapolres setempat, Senin (7/1/2019).

Kapolres Bartim AKBP Zulham Effendy SIK MH memaparkan, penangkapan dua kasus tersangka curanmor tersebut tak lepas dari kerja sama tim yang baik.

"Penangkapan pelaku oleh anggota Polsek Benua lima, Polsek Dusun Timur serta Polsek Dusun tengah bersama Tim gabungan Polres Bartim melalui koordinasi anggota Buser kabupaten tetangga," ucap Kapolres.

Diuraikannya, pengungkapan kasus tersebut Satreskrim Polres Bartim berhasil mengamankan tiga orang tersangka diantaranya Muhamad Riduan (19), Ridani (28) dan Fauzi Hadi (34).

"Dari tangan ketiga tersangka, polisi berhasil mengamankan enam unit sepeda motor dengan beberapa merk dan satu buah rangka sepeda motor merek Yamaha Vega, dan menurut keterangan ketiga tersangka. Untuk pelaku pencurian adalah lainnya berinisial B dan H yang sudah kami ketahui identitasnya dan saat ini masih dilakukan pengejaran," ungkap Kapolres.

Ketiga tersangka ini dikenakan Pasal  363 Ayat (1) ke 4e, 5e Jo Pasal 55, 56 Jo Pasal 480 ke 1e KUHPidana dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Untuk kasus kedua Tim Buser gabungan dari Polsek Dusun Tengah, Buser Polres Tabalong, Buser Polres Bartim, Buser Polres Barsel, Polsek Benua Lima dan Polsek Dusun Timur meringkus dua pelaku curanmor antar Provinsi di Ampah, Bartim, Jum'at (4/1/2019) pukul 02.00 WIB lalu.

Bambang Irawan (29) pemuda asal Paringin Kabupaten Balangan dan Muhamad Hanafi (22) pemuda asal Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara Provinsi Kalsel ini dikenal sebagai curanmor, sehingga menjadi buronan beberapa Polres dan Polsek di wilayah Kalsel maupun Kalteng.

"Untuk kedua tersangka saat ini masih dilakukan pemeriksaan dan pendalaman guna mengetahui siapa jaringan yang terlibat dan kepada keduanya dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara," tegasnya.

Kapolres kembali menguraikan, pelaku yang melakukan pencurian dengan modus tempat sunyi dan melakukan pencurian dengan menggunakan kunci letter T dengan perusakan. Lima tersangka yang diantaranya dua spesialis pencurian dan tiga orang penadah.

"Dari hasil dengan barang bukti dua belas unit dari kurang lebih delapan belas TKP. Saya sangat berterimakasih atas bantuan dari masyarakat yang sigap untuk melaporkan ke pihak yang berwajib, kita juga menyerahkan kendaraan milik masyarakat sebagai guna pakai pinjam sampai perkara selesai di persidangan," tandasnya.[kenedy/adi]


loading...
TAG