Kreatif, Pria Asal Desa Babai Ini Jadikan Limbah Kayu Bernilai Ekonomis

Print Friendly and PDF

BUNTOK - Bagi sebagian banyak orang, pembuangan dan tempat terakhir limbah adalah tempat sampah atau dibakar. Namun tidak demikian dengan yang dilakukan Rahkman (38), warga RT 10 Desa Babai Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan (Barsel).

Dari tangan pria ini, lahirlah produk berbagai macam miniatur yang berasal dari sisa-sisa kayu dari pengerjaan furnitur.

Rahkman menuturkan, sampah kayu masih dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang. Padahal bila dikreasikan dengan sedikit sentuhan dan seni, sampah kayu mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah.

"Sebenarnya pekerjaan pokok saya membuat berbagai macam furnitur bagi warga sekitar yang memesan. Tetapi setelah melihat potongan-potongan kayu yang berserakan di sekeliling rumah maka timbul lah ide untuk membuat berbagai macam miniatur," ucapnya ketika dibincangi Kabarkalteng.com, Selasa (8/1/2019).

Dilanjutkannya, hasil karyanya tersebut dipatok dengan harga Rp50 ribu per buah. Dan menurut pengakuannya juga, untuk pemasaran masih di wilayah Desa tempat tinggalnya saja.

Ia juga berharap kepada pihak terkait di Barsel agar bisa membantu memperluas pemasaran hasil karyanya tersebut.

"Saya berharap kepada pihak-pihak terkait agar bisa membantu dalam hal pemasaran ke khalayak luas," katanya penuh harap.[kenedy]

loading...
TAG