Korupsi Rp100 Miliar, Mantan Bupati Ini Ditahan Polda Kalteng

Print Friendly and PDF
PALANGKA RAYA - Resmi ditetapkan sebagai tersangka korupsi, mantan Bupati Katingan, Ahmad Tantengli pun akhirnya dijebloskan ke dalam sel tahanan Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah.
Ini seperti diungkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalteng dalam konferensi pers di Mapolda Kalteng, Kota Palangka Raya, Kamis (24/1/2019).
Yantenglie diduga telah melakukan tindak pidana korupsi menyalahgunakan hak dengan cara memalsukan dokumen keuangan sebesar Rp100 miliar.
Kapolda Kalteng, Irjen Pol Drs Anang Revandoko melalui Dirreskrimsus Polda Kalteng, Kombes Pol Adex Yudiswan mengungkapkan, bermula pada tahun 2014 lalu Yantenglie diduga melakukan penyelewengan dana APBD Kabupaten Katingan dengan cara memalsukan dokumen pengelolaan keuangan di PT Bank Tabungan Negara (BTN) Kantor Kas Pondok Pinang Jakarta Selatan dengan tidak sesuai aturan.
"Saat ini Yantenglie resmi sebagai tersangka dan ditahan di Polda Kalteng. Kami juga menetapkan satu tersangka lainnya yang berinisial TK. Sedangkan untuk tersangka lainnya lagi masih dalam penyidikan dan penyelidikan Tim Tipikor Polda Kalteng," terangnya.
Dilanjutkan Adex, adapun barang bukti yang berhasil diamankan adalah uang tunai berjumlah Rp949.520.700 dan empat lembar kertas nota dari hasil kesepakatan antara Pemkab Katingan dengan PT BTN serta beberapa barang bukti yang lainnya.
"Aset yang sudah disita senilai Rp32 miliar dan pengembalian Rp65 miliar dari tersangka kepada negara. Kurang lebih Rp3 Miliar yang belum bisa dikembalikan, karena uang tersebut habis untuk kebutuhan sehari-hari tersangka," tandasnya.[abimanyu/kenedy]
loading...
TAG