KIS di Barsel Tak Berlaku Lagi, Ada Apa...?

Print Friendly and PDF

BUNTOK - Pemilik Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di RSUD Jaraga Sasameh Buntok Kabupaten Barito Selatan (Barsel), untuk sementara ini tidak berlaku lagi.

Hal ini diutarakan Nurhasan (35) warga Buntok kepada wartawan, Kamis (3/1/2019).

Nurhasan menguraikan, ketika dirinya mengajukan KIS pada pelayanan RSUD Jaraga Sasameh untuk mendapatkan pelayanan gratis, ternyata ditolak dengan alasan bahwa Pemkab Barsel telah memutus kontrak pembayaran asuransi kesehatan untuk masyarakatnya pada 31 Desember 2018 lalu.

"Kartu KIS ini bisa berlaku kecuali ibu harus berpindah sebagai anggota BPJS Mandiri," ujar Nuhasanah menirukan parkataan salah satu petugas di RSUD Jaraga Sasameh.

Ibu tiga anak itu bergumam, kenapa Pemkab Barsel jadi seperti ini. "Mana janji pemerintah untuk siap memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakatnya walau cuma bermodalkan membawa KTP dan Kartu Keluarga," ucapnya kesal.

Sementara itu, Direktur RSUD Jaraga Sasameh dr Leonardus P Lubis mengatakan, Universal Health Coverage (UHC) atau penerima manfaat pelayanan kesehatan seluruh penduduk, untuk tahun 2019 ini memang sudah ditiadakan.

"Untuk alasan itu Pemkab yang lebih tau. Tapi, yang masih ditanggung hanya yang betul-betul dari keluarga miskin dan sudah didaftarkan di BPJS," terang dr Leo sapaan akrab Leonardus P Lubis.

Terpisah, pihak Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Alip Soraya ketika di konfirmasi menerangkan bahwa Barsel sedang defisit anggaran hingga untuk sementara ini tidak diberlakukan.

"Berdasarkan rapat kemarin bahwa kita memiliki keterbatasan dana untuk itu," ucapnya singkat.[kenedy]


loading...
TAG