Diisukan Ada Fasilitas Mewah di Sel Tersangka Multiyears, Ini Bantahan Kepala Rutan..!

Print Friendly and PDF

BUNTOK - Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Buntok, membantah adanya fasilitas mewah di dalam sel tersangka kasus penerima suap proyek multiyears, Hasanuddin Agani.

Guna menyelidiki kebenaran informasi yang diterima KabarKalteng, terkiat adanya fasilitas Air Conditioner (AC) dan TV di dalam sel yang ditempati oleh tersangka Hasanuddin di Rutan Kelas II B Buntok, akhirnya awak media berkunjung langsung ke rutan yang beralamatkan di Jalan Pahlawan Atas, Kota Buntok, Kabupaten Barito Selatan tersebut.

Sempat enggan ditemui, Kepala Rutan Kelas II B Buntok, Mastur A.Md.IP SH MM, membantah adanya pembiaran kepemilikan fasilitas mewah oleh tahanan di dalam sel rutan.

"Informasi itu tidak benar, tidak pernah ada fasilitas mewah untuk tahanan di sini (rutan)!," tegasnya.

Akhirnya didampingi oleh Mastur, awak media berkesempatan untuk melihat langsung kondisi sel yang ditempati Hasanuddin.

Selama perjalanan dari kantor Kepala Rutan menuju sel Hasanuddin, Mastur sempat mengeluarkan statemen kontroversial bahkan terkesan mengintimidasi menyangkut kehadiran awak media.

"Namanya saya catat, makanya kalau tidak berita berimbang, maaf saja kalau bapak-bapak diprosedur kewartawanannya," tukasnya.

Sesampai di sel Hasanuddin yang dihuni sendirian tersebut, awak media menemukan fasilitas yang dimiliki hanya berupa televisi, kipas angin kecil serta dispenser.

Ketika ditanya mengenai kepemilikan barang-barang tersebut, Mastur mengatakan, dispenser merupakan hal biasa dimiliki oleh tahanan di dalam sel, karena hal tersebut merupakan kebutuhan pokok terhadap air.

Sedang untuk kepemilikan televisi, Mastur mengakui baru tahu menyangkut hal tersebut. Dikatakannya berdasarkan pengakuan Hasanuddin, televisi iti rencananya akan dihibahkan oleh Hasanuddin kepada Rutan untuk mengganti televisi tabung yang terpasang di dalam Blok D, di mana sel yang ditempati oleh Hasanuddin berada.

"Saya juga kaget, baru tahu ada TV di situ, tapi kan nanti itu TV untuk mengganti TV tabung yang di Blok buat ditonton sama-sama," jelasnya.

Sementara itu, saat ditanyakan apakah hal tersebut tidak dilarang oleh peraturan yang berlaku, Mastur dibantu oleh salah satu karyawannya menjelaskan, hal tersebut boleh saja, sebab pemberian bersifat untuk kepentingan umum dan bukan untuk kepentingan pribadi para pimpinan dan karyawan Rutan.

"Untuk itu (hibah dari tahanan) boleh saja, karena untuk kepentingan orang banyak, bukan untuk kepentingan pribadi penjaga orang (pejabat) Rutan," jelasnya.[tampetu/deni]


loading...
TAG