Caleg Meninggal Dunia, DCT tak Dapat Digantikan

Print Friendly and PDF

KUALA KAPUAS - Kontestan atau Calon legislatif (Caleg) yang meninggal dunia, namanya dalam Daftar Calon Tetap (DCT) tidak dapat digantikan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kapuas, Rabu (9/11/2019) mengatakan, untuk melakukan perubahan Caleg yang meninggal dunia itu berdasarkan laporan dari Parpol yang mendaftarkannya.

"Tanpa ada laporan, surat suara tidak ada ruang untuk perubahan," tandas Budi, saat sosialisasi Dummy surat suara, di aula KPU, Jalan Tambun Bungai Kuala Kapuas.

Menurutnya, berdasarkan surat dari DPC Demokrat setempat, diketahui perihal telah meninggal dunia salah satu caleg Dapil III, nomor urut 02 atas nama IDP Swastika, pada 13 Desember 2018 lalu.

"Kendati ada perubahan, terkait DCT perubahan tidak membuka ruang untuk mengganti calon," jelas Ketua KPU Kapuas ini.

Senada, Agus Helmi, Komisoner KPU Divisi Teknis menandaskan DCT tidak bisa diganti, dan atas validasi dan sinkronisasi DCT KPU pada 12 Desember 2018 lalu. Sedangkan Caleg dimaksud meninggal pada 13 Desember 2018.

"Tetapi KPU tetap menindaklanjuti ini, dan telah melaporkannya," kata Agus.

Meskipun lewat tanggal validasi, pihaknya berharap perubahan untuk mengosongkan nama pada surat suara akan tetap sempat dilakukan.

Dijelaskan, sesuai dengan Peraturan KPU nomor 20 tahun 2018, pasal 35 tidak ada pergantian caleg, setelah ditetapkan DCT, meskipun caleg tersebut meninggal dunia atau tersandung hukum.

Nomor urut tidak ada pergeseran namun nama caleg bisa saja dikosongkan, itu jika
surat suara belum tercetak. Namun jika surat suara tersebut telah tercetak maka nantinya pada hari H melalui petugas KPPS akan diumumkan statusnya.[zulkifli]


loading...
TAG