Warga Kalawa Ini Tolak Pembuatan Sekat Kanal...?

Print Friendly and PDF

PULANG PISAU - Puluhan petani yang memiliki kebun karet, sengon dan tanaman padi di Handel Mahikei, Kelurahan Kalawa, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau menolak tegas adanya pembangunan sekat kanal di area perkebuban mereka yang kabarnya dibangun pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Restorasi Gambut (BRG) Deputi II Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Penolakan oleh masyarakat kelurahan itu, karena menurut masyarakat pihak DLH dan BRG Provinsi Kalteng dalam pelaksanaannya tidak pernah melakukan koordinasi dengan masyarakat setempat.

Selain itu juga, apabila dilakukan pembangunan sekat kanal nantinya dikhawatirkan akan merendam perkebunan milik mereka, khususnya kebun karet, sengon dan tanaman padi yang dimaksud.

”Jadi, kami secara tertulis melalui surat pernyataan yang kami buat bersama masyarakat yang memliki kebun di area pembuatan sekat kanal menolak dengan tegas pembangunan itu, karena nantinya air akan tergenang dan merendam kebun-kebun kami," ucapnya Tarso selaku Ketua Handel Mahikei mengabarkan kepada sejumlah awak media, Senin (3/11/2018).

Menurutnya juga, selama ini tanpa dibuat kanal pun saat musim penghujan debit air cukup tinggi dan merepotkan tentunya. Nah....!, Aapalagi sampai dibuat sekat kanal ”Bagaimana nanti kalau air tertahan dengan sekat kanal yang dibuat itu, siapa yang akan bertanggungjawab kalau kebun kami rusak," tukasnya.

Hal senada juga dikatakan Ketua Rt 03, Kelurahan Kalawa, Tamau, pihaknya juga mencurigai kalau mekanisme pembangunan sekat kanal di wilayah mereka itu terbilang janggal dan aneh. Pasalnya, proyek pembanguban sekat kanal tersebut tidak terpampang papan proyek, dan juga tambanya kata tanpa melalui koordinasi dengan pengurus handel atau ketua handel setempat.

"Untuk sementara yang kami ketahui, sedikitnya ada 21 sekat kanal yang rencananya mereka bangun. Saat ini dari pantauan kami sudah ada 5 sekat yang sudah dibangun," terangnya.

Melihat kondisi ini, pihaknya berharap kepada pihak terkait dalam hal ini, DLH dan BRG Provinsi Kalteng untuk tidak melanjutkan pembangunan kanal tersebut.

"Kita juga sudah membuat surat pernyataan tidak setuju atas pembangunan sekat kanal itu, dan akan kita tembusankan hal ini ke pihak kelurahan, kecamatan, polsek, polres dan DLH," bebernya.

Sementara, saat dihubungi wartawan, Kepala Dinas DLH Kabupaten Pulpis, Warthony mengatakan pihak tidak mengetahui sama sekali adanya kegiatan pembuatan sekat kanal di Wilayah Kelurahan Kalawa. Seharusnya, menurut DLH Pulpis piahaknya paling tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut, meski itu kegiatan provinsi.

"Jujur kami tidak mengetahui adanya kegiatan pembangunan embung oleh pihak provinsi itu, artinya tidak ada koordinasi dengan pihak kami," ucap Warthony dengan cukup singkat.

Sementara sampai berita ini dimuat, belum ada tanggapan dari pihak DLH dan BRG maupun kontraktor pelaksana pembangunan sekat kanal tersebut.[manan]


TAG