Tak Laporkan Oknum OTT, Terancam Jadi Tersangka

Print Friendly and PDF

PALANGKA RAYA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Palangka Raya, meminta agar seluruh ASN peserta ujian dinas yang sudah menyerahkan uang kepada oknum di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalimantan Tengah, untuk segera melaporkan kepada pihak Kejari. Apabila tidak melaporkan maka akan ditetapkan sebagai tersangka penyuapan.

Penangkapan DAD, oknum BKD Kalteng yang terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), oleh Kejari Kota Palangka Raya, Jumat (30/11/2018), akan terus dikembangkan oleh pihak penyidik.

Bahkan Korps Adhyaksa kota cantik ini, meminta agar seluruh ASN yang merasa sudah menyerahkan sejumlah uang kepada oknum di BKD terkait ujian dinas, untuk segera melaporkan kepada pihak penyidik.

Pasalnya, apabila dalam kurun waktu yang sudah ditentukan oleh Kejari, para ASN yang dimaksudkan tidak segera melaporkan, akan ditetapkan juga sebagai tersangka dalam kasus penyuapan.

"Kita akan lakukan pemanggilan terhadap ada dua kelompok, kelompok II dan Kelompok III. Makanya kami harap kepada seluruh peserta tes yang sudah melakukan pembayaran, segera melaporkan diri ke Inspektorat Provinsi atau kepada Kejari Palangka Raya, karena kalau dia selaku korban maka dia akan melapor, karena ini tidak sesuai dengan ketentuan, karena tidak ada pungutan dan apabila yang bersangkutan tidak melapor di kemudian hari dalam beberapa minggu kedepan ini, ternyata ada datanya menyerahkan sesuatu, itu bisa dikategorikan sebagai menyuap," beber Kepala Kejari Palangka Raya, Zet Tadung Allo, dihadapan sejumlah awak media, di Kantor Kejari Palangka Raya, Sabtu (1/12/2018).

"Sejatinya orang yang menjadi korban pemerasan, pasti keberatan, apalagi sudah seperti ini (OTT) ternyata mereka (ASN, red) diam maka bisa disebut sebagai suap," sebut Zet lagi.

Untuk itu, Zet juga berjanji memastikan, bahwa apabila memang ada bukti bahwa ada oknum BKD yang melakukan intimidasi terhadap para ASN untuk menyerahkan sejumlah uang, terkait pelaksanaan ujian dinas, maka para pelapor akan dinyatakan sebagai korban dan bukan pelaku suap.

"Dan kami meyakinkan dia (ASN, red) bahwa ada yang menakut-nakuti dari dalam (BKD, red) bahwa kalau tidak membayar, tidak akan lulus, maka dia adalah korban karena bukan pelaku kejahatan!" tegas Zet.

Untuk diketahui, DAD ditangkap dalam OTT yang dilaksanakan oleh Kejari Palangka Raya, dalam dugaan kasus pemerasan terhadap delapan orang ASN asal Kabupaten Gunung Mas, yang mengikuti ujian dinas.

DAD ditangkap bersama barang bukti uang tunai sebesar Rp13 juta, yang dimasukan oleh tersangka di bawah jok sepeda motor miliknya, Jumat (30/11/2018) sekitar pukul 17.30 WIB. DAD kemudian diperiksa bersama delapan orang saksi yang merupakan juga korban pemerasan tersangka.(abimanyu/redaksi)


TAG