Sering Dilintasi Truk, Proyek Jalan Maliku-Bantanan Terpaksa Diperbaiki

Print Friendly and PDF

PULANG PISAU - Pasca kroscek lapangan oleh Bupati bersama TP4D terkait proyek pembangunan ruas jalan Maliku-Bantanan. Pihak terkait dalam hal ini, tim pelaksana proyek kegiatan, baik PPK, kontraktor pelaksana, konsultan perencana dan pengawas terus diminta untuk meningkatkan kinerja guna mencapai progres pembangunan yang diharapkan bersama.

Pasalnya, pembangunan jalan tersebut merupakan akses jalan masyarakat antara dua kecamatan, yaitu Kecamatan Maliku dan Kecamatan Sebangau Kuala.

Selain itu, anggaran pembangunan proyek tersebut juga telah menelan dana APBD Kabupaten Pulang Pisau cukup besar lebih dari Rp 26 Miliar.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pulang Pisau Usis I Sangkai menegaskan, terkait pekerjaan pembangunan jalan Maliku-Bantanan masih terus di perbaiki, dan berdasarkan permintaan Bupati Pulang Pisau H Edy Pratowo agar jalan yang masih belum sempurna untuk segera disempurnakan.

"Ya, untuk pembangunan jalan maliku-bantanan itu masih sedang kita perbaiki, dan apa lagi jalan itu terus dilintasi baik itu truk sawit, dan mobilisasi material pekerjaan proyek," ujar Usis disela mendampingi rombongan Bupati Pulpis dan TP4D.

Dikatakan Usis, rusaknya ruas jalan yang baru di bangun itu dikarenakan sering melintasnya truk-truk pengangkut sawit dengan jumlah tonase melebihi kapasitas.

"Kita pun tidak bisa melarang mereka untuk melintasi jalan itu, dan rusaknya jalan itu ya terpaksa harus kita perbaiki lagi. Dan yang jelas setelah kontrak itu pun masih ada masa pemeliharaan, tentunya jika ada kerusakan maka kita akan meminta mereka untuk memperbaiki itu," bebernya menjelaskan.

Melihat hal tersebut, lanjut Usis, maka pihaknya pun berencana akan mengeluarkan imbauan agar jumlah tonase yang melebihi beban (batasan) jalan maka akan di berikan batasan sesuai jumlah ton angkutan yang dibolehkan untuk melintas bagi truk-truk dimaksud.

"Nanti akan kami pasang pemberitahuan dari Bupati Pulpis dengan jumlah batasan dalam lingkaran antara 6 sampau 8 ton saja. Jelas, untuk pemantaun dilapangan nanti juga ada petugas dari kita yang akan mengawasinya," tukas usis.

Meski demikian, tambah Usis, untuk memberikan larangan secara langsung menurutnya sangat tidak mungkin, dan pihaknya hanya berupaya mencari jalan keluar untuk mengurangi kerusakan jalan, dan dengan cara mengeluarkan imbauan yakni pengurangan jumlah tonase yang bisa dilitasi truk-truk pengakut sawit dan lain sebagainya.[manan]


TAG