Selama 2018, Kejari Bartim Klaim Tangani Sepuluh Perkara Korupsi

Print Friendly and PDF

TAMIANG LAYANG - Kejaksaan (Kejari) Negeri Barito Timur (Bartim) telah menangani sepuluh perkara korupsi selama tahun 2018.

Kepala Kejaksaan Negeri Bartim, Roy Rovalino Herudiansyah SH MH mengatakan, sepuluh kasus korupsi yang ditangani tersebut, antara lain empat perkara penyelidikan, dua perkara penyidikan dan empat perkara dalam proses penuntutan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Palangka Raya.

"Dalam penyelidikan ada empat perkara, sedangkan dalam penyidikan ada dua perkara dan sudah limpah ke pengadilan dan saat ini sudah masuk proses  penuntutan ada empat perkara," kata Kejari Bartim disela kegiatan pembagikan stiker Anti Korupsi, Senin (9/12/2018).

Dilanjutkan orang nomor satu di Korps Adhyaksa ini, Kejari Bartim berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp139.996.400, dari sepuluh perkara korupsi yang saat ini tengah ditangani.

Lebih lanjut, Roy juga mengajak seluruh elemen masyarakat berpartisipasi aktif dalam memerangi korupsi yang terus ada hingga saat ini. Jika mengetahui tentang tindak pidana korupsi Kejari mempersilahkan warga menyampaikan informasi awal atau melaporkan ke Kejari Bartim.

"Kita bertekad memerangi korupsi di Bartim. Memberantas korupsi merupakan harga mati bagi kami korps Adhyaksa," imbuhnya.

Ditambahkan, mantan Kasi Pidsus Kejari Surabaya ini menegaskan, korupsi merupakan musuh besar bangsa Indonesia saat ini. Sistem negara rusak akibat korupsi, serta menyebabkan kesengsaraan bagi masyarakat.

Melalui peringatan Hari Anti Korupsi Intenasional (HAKI), Roy bertekad memberantas korupsi di Bartim, baik melalui pencegahan dan penindakan.

"Kita memberantas korupsi ada dua cara, yakni pencegahan seperti sosialisasi dan pembagian stiker serta ajakan tidak pada korupsi sedangkan penindakan kita lakukan penyelidikan, penyidikan hingga  penuntutan," katanya.

Dalam memperingati HAKI tahun 2018, Kepala Kejari Bartim memimpin langsung pelaksanaan upacara di halaman Kejari setempat dan bersama para Kasi dan staf kejaksaan turut membagikan stiker anti korupsi kepada masyarakat.[kenedy/adi]


loading...
TAG