Pemukiman Padat di Palangka Raya Diamuk Si Jago Merah

Print Friendly and PDF

PALANGKA RAYA - Si jago merah kembali mengamuk di Jalan Murjani gang Rahayu Kelurahan Pahandut Kota Palangka Raya, tepatnya di pemukiman padat penduduk.

Sebanyak 20 rumah warga dan 15 barak terbakar hebat, Sabtu (8/12/2018) malam, akibat api yang cepat menjalar.

Tak ayal, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.45 WIB, membuat geger warga sekitar yang tak ingin rumahnya menjadi amukan api.

Anang Indi (52), salah satu saksi mata menuturkan, pada saat membuka pintu mau mengambil ijazah anaknya, tiba-tiba dikejutkan dengan adanya api dari seberang rumah, tepatnya di rumah Abdullah.

"Asal api dari rumah Abdullah yang merupakan pengepul barang rongsokan dan menurut dugaan sementara, api berasal dari kamar tersebut karena saya melihat sendiri saat api mulai membesar dari dalam kamar," ungkap Anang kepada kabarkalteng.com.

Sementara, Slamet (30) anak dari Abdullah, saat diwawancarai mengaku telah melakukan kesalahan, karena pada saat itu sedang merokok dan apinya mengenai kasur.

"Iya saya yang pertama kali merokok di dalam rumah, saya bersama Abah terkejut saat api sudah mulai membesar merembet ke rumah yang lain dan tidak sempat menyelamatkan barang berharga," ungkap Slamet.

Berselang 20 menit, sebanyak empat unit mobil Damkar milik Pemko beserta sepuluh unit pemadam BPK Kota Palangka Raya dan dibantu tiga unit AWC dari Polda Kalteng datang untuk membantu proses pemadaman.

Satu jam lebih api benar-benar dapat dipadamkan. Akibat musibah ini, kerugian yang dialami oleh warga ditaksir mencapai Rp1 miliar.

Sementara untuk warga yang kehilangan tempat tinggal, terpaksa harus mengungsi ke tempat saudaranya dan rumah salah satu tetangga yang kebetulan terhindar dari amukan si jago merah.

Menanggapi kasus kebakaran ini, Kapolres Palangka Raya, AKBP Timbul RK Siregar mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan anggota, untuk melakukan olah TKP, Minggu (9/12/2018).

"Kami masih lakukan penyelidikan untuk mengetahui adanya korban jiwa atau tidak dan meminta keterangan beberapa saksi apakah ada unsur kesengajaan atau tidak, karena anaknya pak Abdullah mengalami gangguan jiwa," tutup timbul.[abimayu]


loading...
TAG