Nyanyian Oknum PNS Seret Bandar Sabu ke Mapolres Bartim

Print Friendly and PDF

TAMIANG LAYANG - Perang terhadap narkoba di Bumi Jari Janang Kalalawah kini dibuktikan lagi oleh Polres Barito Timur (Bartim) yang berhasil mengamankan pengedar narkoba jenis sabu.

Frans alias INY (38) berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) warga Tamiang Layang Kecamatan Dusun Timur hanya bisa pasrah ketika dibekuk oleh anggota Satresnarkoba Polres Bartim, Rabu (5/12/2018).

Kapolres Bartim AKBP Zulham Effendy melalui Kasatresnarkoba AKP Dhani Sutirta memaparkan, kejadian berawal saat anggota Satresnarkoba Polres Bartim mendapat informasi bahwa terlapor akan melakukan transaksi narkoba jenis sabu.

Tak menunggu lama, anggota Satresnarkoba melakukan pengintaian serta pembuntutan terhadap pergerakan terlapor.

"Saat Frans ini sedang berada di depan warung, tepatnya di Jalan Sarapat RT 11 Tumpa Dayu Kecamatan Dusun Timur. Saat itulah langsung kami melakukan penangkapan, selanjutnya dengan disaksikan oleh warga sekitar dilakukanlah penggeledahan terhadap badan terlapor dan ditemukan 1 paket kristal bening yang diduga narkoba jenis sabu yang sempat di lempar ke teras warung," ujar Kasat.

Menurutnya, Frans berikut barang bukti satu buah Handpone merek Xiomi warna putih dan satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna putih putih No.Pol DA 6638 UV di bawa ke Mapolres guna proses lebih lanjut.

Tidak sampai di situ, saat Frans diproses dan diinterogasi, hingga terungkaplah bahwa barang haram tersebut didapat dari Ber (32) warga Desa Sarapat.

Berbekal nyanyian Frans tersebut, petugas tidak mau membuang waktu lama dan bergegas menuju kediaman Ber.

Di kediaman Ber ini dengan disaksikan Perangkat Desa setempat, anggota menggeledah dan berhasil mendapatkan barang bukti yang di duga narkoba jenis sabu sebanyak 15 paket dengan berat 3,95 gram yang di simpan di dalam wadah minyak rambut merek Gatsby bersama uang tunai sebesar Rp440.000. Selanjutnya terlapor dan barang bukti digiring ke Mapolres guna proses lebih lanjut.

"Kepada tersangka ini akan kita bidik dengan Pasal 114 Ayat (1) Jo Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," tandasnya.[kenedy/adi]


TAG