Merasa Ditipu, Puluhan Ibu-ibu Laporkan Bandar Arisan ke Polda Kalteng

Print Friendly and PDF

PALANGKA RAYA - Kasus arisan online yang lagi viral di Kota Palangka Raya menjadi sorotan dari berbagai pihak. Pasalnya, sejumlah anggota arisan dikabarkan menjadi korban penipuan dari seorang bandar bernama Eka Auliah alias Liah.

Eka bahkan telah resmi dilaporkan anggota arisan yang merasa tertipu ke Ditreskrimsus Polda Kalimantan Tengah, dengan membawa bukti laporan.

Shovia (32), salah satu korban penipuan ini mewakili beberapa anggota yang lain untuk mendatangi Polda Kalteng, Selasa (11/12/2018).

"Iya, kami mau melaporkan kasus penipuan ini ke pihak berwajib. Karena sudah beberapa bulan saya dan anggota yang lain cuma diberi harapan palsu dengan janji manisnya, saat ini pun si Bandar telah kabur tidak tau kemana," ucap Shovia yang juga pengusaha ini kepada kabarkalteng.com, dengan nada kesal.

Kerugian yang dialami, lanjutnya, mencapai ratusan juta rupiah. Arisan ini sendiri diikuti sekitar 50 anggota.

"Eka Auliah ini juga membuka arisan online lewat aplikasi Line," ungkapnya.

Terpisah, Retno Daniar yang juga anggota arisan ini menambahkan, mereka setor uang melalui transfer dan juga ada kurir yang dipercaya Eka untuk mengambil langsung kepada semua anggota.

"Saking percayanya kami saat penagihan tidak memakai kuitansi pembayaran untuk bukti penyetoran," terang Retno.

Ditambahkan Retno, Eka Auliah beberapa kali didatangi anggota arisan di rumahnya yang berada di Jalan Menteng V Kota Palangka Raya. Namun tidak pernah berada di tempat dan keadaan pagar selalu terkunci.

Ketika Kabarkalteng.com mencari informasi ke kediaman Eka dan menanyakan keberadaan Eka, para tetangga juga tidak mengetahui kemana perginya.

"Sejak satu bulan yang lalu rumah ini sudah terlihat kosong dan sejak itu pula Eka tidak terlihat lagi," imbuh Endang (45) seorang tetangga Eka.

Para peserta arisan online ini berharap pihak kepolisian bisa mengungkap kasus ini dan diteruskan sesuai hukum yang berlaku.[abimanyu]


loading...
TAG