Mangkir..!, Kejari Kembali Jadwalkan Panggil HA

Print Friendly and PDF

BUNTOK - HA, kembali mangkir dari panggilan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Barito Selatan, Selasa (11/12/2018). Untuk panggilan kali ink, HA sudah menyandang status sebagai tersangka.

Pihak Kejari Barsel sendiri berjanji kembali menjadwalkan untuk memanggil HA pada Kamis (13/12/2018) lusa.

Informasi ini, diperoleh dari keterangan yang disampaikan Kepala Kejari Barsel, Douglas Oscar Berlian Riwoe, didampingi oleh Kasi Pidsus, Bayu Fermady, Selasa (11/12/2018) di kantornya.

Kepada awak media, Douglas menerangkan, dikarenakan ketidakhadiran HA pada hari ini, Selasa (11/12/2018), dalam statusnya sebagai tersangka dugaan suap proyek multiyears, penyidik kembali melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan pada Kamis (13/12/2018) lusa.

"Karena beliau (HA) tidak hadir lagi hari ini, maka kami panggil lagi Kamis, dalam statusnya sebagai tersangka," ungkap Douglas.

Namun, dikatakan oleh Kajari lagi, apabila HA tidak hadir lagi pada Kamis, maka pihak Kejari sudah merencanakan akan memanggil yang bersangkutan pada Senin (17/12/2018) depan. Bahkan, apabila panggilan itu juga tidak diindahkan oleh HA, maka upaya paksa akan dilakukan oleh pihaknya.

"Apabila tidak juga hadir Kamis, maka kami akan panggil lagi Senin (17/12/2018), kalaupun juga beliau tetap tidak hadir maka kami akan menjalankan sesuai prosedur yang berlaku! (jemput paksa)," tegas pria asal NTT ini.

Diceritakan Douglas lagi, HA sebelumnya juga tidak hadir pada Senin (10/12/2018), atas pemanggilan dirinya sebagai saksi, karena berdasarkan hal itulah, HA, sempat hendak dijemput paksa oleh pihak penyidik.

Namun dikarenakan yang bersangkutan, berjanji akan menghadiri pemanggilan dirinya pada Selasa (11/12/2018), maka pihak penyidik pun mengurungkan niat melakukan penangkapan.

"Kemarin (Senin), HA, juga tidak hadir dalam panggilan penyidik dalam statusnya sebagai saksi, oleh karena itu kami sempat mendatangi rumah yang bersangkutan untuk melakukan penahanan. Namun dikarenakan situasi di sana (rumah HA), banyak orang dan tegang, serta beliau juga berjanji untuk hadir hari ini (Selasa) ke kantor Kejari, dalam statusnya sebagai tersangka, maka kami mengurungkan penahanan," bebernya.

Sementara itu, diketahui bahwa oleh penyidik, HA ditetapkan sebagai tersangka bersama satu orang lainnya, yakni S, Direktur PT.Tirta Dhea Adonnics Pratama (TDAP), pada Senin (10/12/2018), dalam perkara dugaan suap proyek multiyears.

Penetapan keduanya, S dan HA sebagai tersangka, merupakan berdasarkan dua alat bukti yang cukup, yakni keterangan saksi-saksi dan bukti surat, serta adanya bukti aliran dana di rekening sebesar Rp500 juta.

"Kami menetapkan keduanya sebagai tersangka, dalam kasus suap terkait proyek multiyears, berdasarkan bukti-bukti yang cukup, yakni keterangan para saksi dan surat, serta adanya aliran dana di rekening sebesar Rp500 juta," sebutnya.[tampetu]


loading...
TAG