Hingga Malam, Dua Pejabat ULP Ini Diperiksa Terkait Kasus Multiyears

Print Friendly and PDF

BUNTOK - Dua orang pejabat Unit Layanan Pelelangan (ULP) Kabupaten Barito Selatan diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat sebagai saksi, dalam lanjutan pengusutan dugaan suap proyek multiyears, Kamis (6/12/2018).

Kepala ULP Barsel, MI dan Sekretaris ULP, JI, kembali dipanggil pihak penyidik Kejari Barsel.

Dikatakan oleh Kepala Kejari, Douglas Oscar Berlian Riwoe, melalui Kasi Pidsus, Bayu Fermady, bahwa keduanya dihadirkan sebagai saksi untuk perkara dugaan suap dalam pelaksanaan proyek multiyears.

"Keduanya kami kembali kami panggil sebagai saksi untuk multiyears, dalam kapasitasnya sebagai Ketua dan Sekretaris ULP, yang melelang ketujuh paket proyek itu," ungkapkan Bayu, saat ditemui awak media sesuai melakukan pemeriksaan.

Pantauan KabarKalteng, baik MI maupun JI, tampak hadir sejak pagi hari, dengan menggunakan satu buah sepeda motor. Keduanya kemudian diperiksa hingga malam hari, setelah beberapa kali jeda guna beristirahat.

Sekitar pukul 20.15 WIB, keduanyapun terlihat keluar dari ruang pemeriksaan. Namun sayangnya, dengan beralasan kelelahan setelah menjalani pemeriksaan, baik MI maupun JI, enggan memberikan keterangan terkait pemanggilan diri mereka oleh pihak penyidik Korps Adhyaksa tersebut.

"Saya lelah, pusing seharian ini, minta keterangan dengan mereka (penyidik) saja ya," jawab MI dengan nada lesu, ketika ditanya awak media perihal hasil pemeriksaan dirinya.

"Langsung (tanya) dengan mereka (penyidik) saja, kami capek seharian ini," timpali JI, yang kemudian bergegas menghidupkan mesin sepeda motornya.

Untuk diketahui, baik MI maupun JI, ini merupakan untuk kedua kalinya dipanggil oleh penyidik Kejari Barsel, dalam kapasitas mereka sebagai saksi perkara dugaan suap proyek yang menelan anggaran APBD Barsel mencapai ratusan miliar rupiah tersebut.[tampetu]


TAG