Bersama TP4D Pulpis, Bupati Kroscek Pembangunan Jalan dan Jembatan Maliku-Bantanan

Print Friendly and PDF

PULANG PISAU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau bersama

Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) meninjau peningkatan jalan dan jembatan Bantanan-Maliku, Kamis (6/12/2018) sore.

Dalam kesempatan itu, Bupati Pulang Pisau, H Edy Pratowo yang didampingi Kajari, Triono Rahyudi dan Plt Kadis PUPR, Usis I sangkai turun langsung ke lokasi proyek jalan dan jembatan guna cek dan ricek progres pembangunan kedua proyek puluh miliaran rupiah tersebut.

Bupati Edy mengatakan, hasil dari pantauan di lapangan pekerjaan proyek peningkatan jalan dan jembatan Maliku-Bantanan, khususnya pembangunan jembatan (Pile Slab 30) sebanyak 2 unit diakuinya mengalami sedikit keterlambatan dan pihaknya bersama tim TP4D Pulpis sudah mengingatkan dan menegur seluruh tim pelaksana kegiatan proyek tersebut, guna percepatan progres kegiatan.

"Mengingat ini sudah akhir tahun, jadi kita tegaskan bagi pelaksana dan seluruh yang terkait didalamnya agar dapat mempercepat pekerjaannya. Kita sarankan lembur siang malam," ucap Bupati Edy dihadapan seluruh tim pelaksana pembangunan proyek jalan dan jembatan Maliku-Bantanan.

Lanjut Edy, kedua proyek jalan dan jembatan Maliku-Bantanan yang diawasi TP4D Kejari Pulpis itu dikerjakan PT Adipatria Dharma Pusat Palangka Raya, dengan nilai kontrak 36 miliar lebih yang bersumber dari dana APBD Kabupaten Pulang Pisau tahun 2018.

"Ya, kita tentunya sangat prihatin, ini progres pekerjaan sedikit terlambat. Meski demikian, seluruh pihak terkait di dalam kegiatan tersebut baik kepada PPK dan kontraktornya serta pihak terkait lainnya sudah kita tegaskan untuk mempercepat pekerjaannnya. Kalau ini terlambat dari batas kontrak yang rugi juga rekanan dan bisa sampai diputuskan kontrak bagi para kontraktor yang tidak melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak atau di blacklist," kata Bupati Edy kembali menegaskan.

Sementara, pihak TP4D Kejari Pulpis, juga menuturkan hal yang serupa terkait progres pembangunan jalan dan jembatan Maliku-Bantanan. Pihaknya (TP4D Pulpis) meminta untuk menambah jam kerja atau lembur serta menambah jumlah tenaga kerja guna progres pembangunan jembatan pile slab tersebut.

Karena, menurut pihak TP4D Kejari Pulpis hal itu penting dilakukan dan agar segera dilaksanakan untuk mengejar ketinggalan progres, sehingga selesai pada waktu yang ditetapkan serta memenuhi spesifikasi dan mutu sesuai kontrak.

"Terkait progres pembangunan ini, solusi kita saat ini melakukan inovasi dan simulasi terobosan. Jadi, perlu tindakan lebih dalam pelaksanaan guna mendongkrak percepatan progres," ucap Kajari Pulpis, Triono Rahyudi menyampaikan kepada media ini, Jumat (7/12/2018).

Selain itu, tambah kajari, perubahan metode tambahan juga telah diusulkan menggunakan formulasi tambahan dalam formula beton bila diperlukan.

"Diantaranya menambah jumlah tenaga kerja dan menambah jam waktu kerja atau lembur," tukas Kajari.

Dirinya dalam kesempatan itu juga menekankan kepada pihak pelaksana dan PPK yang hadir, agar mengambil tindakan konkrit dalam progres pembangunan jalan dan jemabatan Maliku-Bantanan ini, khususnya pembangunan jembatan pile slab ini.

Keterlambatan ini, kembali dituturkan Triono, ada beberapa faktor penyebab diantaranya terdapat masalah teknis di proyek yang kurang diperhitungkan sebelumnya, seperti jarak yang jauh masuk ke dalam dan sulitnya mobilisasi alat berat, tidak terprediksi berupa delivery material seperti pengiriman tiang pancang dan lainnya.

Selanjutnya, faktor jalan penghubung tidak bisa dilewati untuk truk dengan kapasitas besar. Sehingga delivery transit menggunakan angkutan kecil tambahan agar material bisa masuk ke dalam tempat proyek.

"Kendala cuaca juga sangat mempengaruhi dalam progres pembangunan proyek tersebut. Karena saat ini memasuki musim penghujan dengan curah hujan cukup tinggi.

Sementara diketahui dari plang nama proyek pembangunan jalan dan jembatan Maliku-Bantanan itu untuk pembangunan Jalan dengan alokasi anggaran yang bersumber dari dana APBD Kabupaten Pulang Pisau sebesar Rp26.410.500.000 dengan waktu pekerjaan 210 hari kalender.

Sedangkan untuk proyek pembangunan Jembatan Pile Slab 30 (2 unit) yang juga dikerjakan PT Adipatria Dharma Pusar Palangka Raya itu, dengan nilai anggaran sebesar Rp9.883.000.000, dengan durasi waktu pekerjaan 180 hari kalender.[manan]

 

TAG