Berlanjut, Penyidikan Proyek Multiyears segera Masuki Episode Baru..!

Print Friendly and PDF

BUNTOK - Penyidikan terkait adanya dugaan suap dalam pelaksanaan proyek multiyears di Barito Selatan terus berlanjut. Bahkan ada sinyal pemeriksaan bakal memasuki episode baru terkait status beberapa di antara mereka yang diperiksa.

Dalam perkara dugaan suap pelaksanaan proyek yang memakan anggaran hingga Rp300 miliar tersebut, Jaksa meyakini proses penyidikan akan segera selesai dalam waktu dekat.

"Kemungkinan dalam waktu dekat, Insya Allah selesai, doakan saja semoga Allah membuka jalan, ini semua demi Barsel yang lebih baik lagi ke depannya," sebut Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Barsel, Bayu Fermady SH MH, kepada KabarKalteng, usai melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi terkait multiyears di Kantornya, Senin (3/12/2018).

Kepada awak media, Bayu juga membeberkan bahwa pihaknya hari ini melakukan pemeriksaan terhadap dua saksi, yakni ZN, mantan Kabid Dikbang Bappeda Barsel, yang kini menjabat di Disporaparbud dan juga satu orang lainnya, yakni Sekretaris Dewan Barsel, JW.

"Hari ini, dua orang saksi kita periksa, ZN dari Disporaparbud yang dulunya tahun 2017 menjabat sebagai Kabid Dikbang Bappeda dan juga Sekwan, JW, terkait masalah perencanaan ketujuh proyek multiyears," ungkapnya.

Berdasarkan keterangan JW, saat ditemui oleh awak media seusai pemeriksaan, yakni sekitar pukul 16.40 WIB, membenarkan bahwa kehadirannya di Kantor Korps Adhyaksa tersebut, untuk memenuhi panggilan dari penyidik, untuk memberikan keterangan terkait multiyears.

Meskipun awalnya menolak memberikan keterangan, namun JW, yang saat ditemui awak media tengah berjalan menuju mobilnya yang terparkir di luar pagar kantor mengaku dirinya diberikan sekitar sepuluh pertanyaan oleh Kejaksaan terkait multiyears dan seputar pengalaman kerja.

Selain itu, JW, juga mengakui, bahwa dirinya tidak tahu pasti perihal adanya masalah terkait multiyears yang tengah diusut oleh pihak penyidik. Pasalnya dia hanya tahu sesuai jabatannya di DPRD, yakni Sekretaris, yaitu memfasilitasi saja untuk pembahasan antara DPRD dan SOPD di lingkungan Pemkab Barsel.

"Sekitar sepuluh pertanyaan terkait multiyears dan pengalaman kerja. Untuk masalah (dugaan suap), saya tidak tahu, sebab kan tugas saya ya hanya menyediakan tempat saja di Dewan," jelasnya sembari berlalu.

Sementara itu, ZN, yang baru keluar ruangan penyidik sekitar pukul 17.15 WIB, ketika dimintai kerterangan oleh awak media, hanya diam dan tidak mau membuka suara sedikitpun, dengan tergesa-gesa menghidupkan kendaraan bermotor miliknya dan pergi meninggalkan kantor Kejari Barsel.[tampetu/deni]


TAG