ASB Barut Bekerjasama dengan Universitas Ternama

Print Friendly and PDF

MUARA TEWEH - Sebagai tindak lanjut kegiatan penyusunan Analisis Standar Biaya (ASB) Kabupaten Barito Utara (Barut) tahun 2018 yang bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah penelitian dan pengembangan (Bappeda Litbang) sebagai leading sektor mengundang pimpinan daerah dan Kepala Perangkat daerah untuk mendengarkan presentase hasil kajian penyusun yang dipaparkan di Aula Bappeda Litbag setempat, Senin (10/12/2018).

Acara mendengarkan penyusunan anggran berdasarkan prestasi kerja dilakukan berdasarkan capaian kerja, indikator kerja, analisis standar kerja, standar satuan harga serta standar pelayanan mini (SPM).

Kepala Bapedda Litbang Barut Drs Muhlis meyampaikan acara seminar peyusunan ASB diharapkan bisa mencurahkan sumbang saran serta berbagai masukan yang berguna untuk perumusan dan peyempurnaan dokumen analisis standar biaya Kabupaten Barito Utara.

"Dasar hukum pelaksanaan ASB terdapat dalam Peraturan Pemerintah nomor 58 tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan daerah, dalam Permendagri Nomor 13 tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah," ucapnya.

Sementara Bupati Barito Utara H Nadalsyah dalam sambutannya yang disampaikan Wakil Bupati Sugianto Panala Putra SH mengatakan, analisis standar biaya adalah standar untuk menganalisis anggaran belanja yang digunakan dalam suatu program atau kegiatan untuk menghasilkan tingkat pelayanan tertentu dan kewajaran biaya unit kerja dalam satu tahun anggaran.

Bupati menyampaikan ada benerapa manfaat dari analisis standar biaya (ASB) antara lain, Pemkab Barut dapat menentukan kewajaran belanja untuk melaksanakan suatu kegiatan sesuai tupoksinya.

Meminimalisasi terjadinya pengeluaran yang kurang jelas yang mengakibatkan inefisiensi anggran dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan keuangan daerah.

"Menentukan anggran berdasarkan pada tolak ukur kinerja yang jelas. Unit kerja mendapat kelulusan yang lebih besar untuk menentukan anggrannya sendiri serta sebagai dasar untuk penentapan plafon anggaran pada saat PPAS," terangnya.

Lebih lanjut, penentuan besar alokasi disetiap kegiatan menjadi objektif dan pemerintah daerah memiliki argumen yang kuat jika dituduh melakukan pemborosan.

"Peyusunan anggaran menjadi lebih tepat waktu," tutupnya.

Acara dilanjutkan dengan presentasi analisis standar biaya (ASB) Kabupaten Barito Utara oleh team peyusun dari Universitas Brawijaya Malang yang diwakilkan Dwi Budi Santoso.[doni]


loading...
TAG