Usai Vonis, Bagaimana Status Keanggotaan Dewan Astianto..?

Print Friendly and PDF

BUNTOK - Pasca divonis penjara selama satu tahun, atas kasus penipuan terhadap H Supiatma, oleh Majelis Hakim, bagaimana nasib Astianto sebagai anggota DPRD Barito Selatan?

Ditemui KabarKalteng di Kantornya, Ketua DPRD Barsel, Tamarzam, mengatakan bahwa sebagai pimpinan dewan dirinya tidak memutuskan apa yang harus dilakukan terhadap Astianto, selama belum ada keterangan dan permintaan dari Partai Demokrat, sebagai Parpol pengusung yang bersangkutan hingga duduk di kursi dewan.

"Saya belum bisa memutuskan perihal bagaimana nasib keanggotaan dewan dia (Astianto, red), sebab itu semua tergantung bagaimana hasil pertimbangan dari Parpol pengusung, yakni Demokrat. Nanti kita tunggu apa kata Idariani, sebagai Ketua DPC Demokrat Barsel," ucap pria yang akrab di sapa Ake ini, kepada awak media seusai pelaksanaan Rapat Paripurna XV masa sidang Ke-III, Selasa (27/11/2018).

Senada dengan Ake, Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Barsel, Nurul Hikmah, juga memberikan keterangan serupa, yakni masih menunggu keputusan dari parpol pengusung untuk menentukan nasib keanggotaan Dewan Astianto.

"Kami di BKD masih menunggu keputusan dari Parpol pengusung, kalaupun mereka mengusulkan Penggantian Antar Waktu (PAW) terhadap yang bersangkutan, kami juga akan mengikuti," sebutnya.

Terkait dengan status penahanan Astianto sendiri, sehingga membuat yang bersangkutan tidak bisa turun untuk memenuhi kewajibannya di kantor, menurut Nurul, bukan merupakan kewenangan pihaknya, apakah yang bersangkutan bisa di PAW atau tidak.

"Apalagi masalah ini, kan sudah masuk ranah pengadilan, dan belum jelas juga, apakah Astianto mengajukan banding atau tidak. Ya kita tunggu saja keputusan dari Parpol Demokrat saja, bagaimana nanti kedepannya," jelas wanita berhijab ini menekankan.

Sementara itu, dalam pernyataannya kepada KabarKalteng via sambungan telepon, Selasa (27/11/2018), Idariani selaku ketua DPC Demokrat Barsel, menegaskan, bahwa dirinya akan melaporkan apapun hasil dari keputusan Astianto, kepada pihak DPD Demokrat Kalimantan Tengah dan DPP Demokrat, selambat-lambatnya Rabu (28/11/2018).

Karena, dijelaskannya, bahwa segala keputusan apapun terkait keanggotaan dewan merupakan keputusan DPP, maka dari itu dirinya hanya melaksanakan kewajiban untuk mengikuti perintah DPP.

"Sampai besok (Rabu, red) banding atau tidak banding, masalah ini (Astianto, red) akan saya laporkan kepada pihak DPD dan DPP. Karena SK keanggotaan kami baik di Parpol ataupun di dewan semuanya adalah kewenangan DPP, maka apapun yang diperintahkan oleh DPP nantinya terkait Astianto, saya akan ikuti. Tapi sesuai dengan prosedur, saya hanya melaksanakan kewajiban untuk melaporkan kepada DPD ataupun DPP terkait masalah ini," bebernya.

Untuk diketahui, Astianto sendiri, divonis satu tahun hukuman penjara dipotong masa penahanan, oleh Majelis Hakim, Kamis (22/11/2018) lalu, dalam kasus penipuan terhadap H Supiatma.

Sebelumnya, Astianto sudah ditahan oleh pihak Kepolisian sejak Jumat (7/9/2018) yang lalu, dalam statusnya sebagai tersangka penipuan dalam pelaksanaan pemilihan Ketua DPC Partai Demokrat Barsel periode 2018 - 2023, yang dilaksanakan di Sampit, Kotawaringin Timur, Sabtu (24/3/2018) lalu.

Hingga berita ini diturunkan, baik Astianto maupun penasehat hukumnya, Anthony Dules Manalu SH, belum memberikan konfirmasi mengenai apakah yang bersangkutan mengajukan banding atau tidaknya, atas vonis yang dijatuhkan oleh masjelis hakim.[tampetu]


TAG