Sepakat di Palangka Raya, Satu Lagi Saksi Kasus Multiyears Diperiksa Kejari Barsel

Print Friendly and PDF

PALANGKA RAYA - Mengusut tuntas adanya dugaan suap dalam pelaksanaan proyek multiyears di Kabupaten Barito Selatan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Barsel harus menghadirkan saksi Ir Sutrisno, langsung dari Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Didampingi oleh Penasihat Hukumnya, Aris Arpandi Lubis, Ir Sutrisno tampak hadir di Kantor Kejari Kota Palangka Raya, di Jalan Dipenogoro, Kota Palangka Raya, sejak pagi hari, Kamis (22/11/2018).

Dijelaskan oleh Kepala Kejari Barsel, Douglas Oscar Berlian Riwoe, melalui Kasi Pidsus, Bayu Fermady, kedatangan Sutrisno untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik Kejari Barsel dari panggilan untuk ketiga kalinya, sebagai saksi.

Sutrisno sendiri merupakan salah satu direktur perusahaan yang ikut dalam lelang tender proyek tahun jamak, yang dilaksanakan oleh ULP Barsel pada bulan Juli 2018 lalu.

"Hari ini, kami memeriksa Ir Sutrisno sebagai saksi dalam kasus adanya dugaan suap proyek multiyears, sesuai kesepakatan dengan yang bersangkutan, pemeriksaan dilakukan di Kejari Kota (Palangka Raya, red). Alhamdulillah, hari ini dia datang memenuhi panggilan kami, ini merupakan panggilan ketiga," terang Bayu.

Sayang, usai diperiksa dan keluar dari ruangan penyidik, sekitar pukul 14.12 WIB, pria yang berdomisili di Jakarta ini dengan beralasan buru-buru mengejar penerbangan, Sutrisno enggan memberikan komentar banyak terkait kedatangannya di Kantor Korps Adhyaksa di Kota Cantik tersebut.

Meskipun dalam pengakuan yang disampaikan oleh penasihat hukumnya, Aris Arpandi Lubis, bahwa ada sedikitnya 30 pertanyaan yang diajukan oleh penyidik terkait pelaksanaan proyek multiyears yang menelan biaya hingga Rp350 miliar tersebut.

"Ada sekitar 30 pertanyaan yang diajukan, saya dipanggil sebagai saksi di Buntok, saya dari perusahaan," komentarnya kepada beberapa awak media, sembari buru-buru masuk ke dalam mobil.[abimanyu/redaksi]


TAG