Pelepasan Kawasan 400 Hektare, KSU Penyang Sangkalemo Tunggu Proses Kementerian

Print Friendly and PDF

PALANGKA RAYA - Pelepasan kawasan menjadi Areal Penggunaan Lain (APL) yang dilakukan Koperasi Serba Usaha (KSU) Penyang Sangkalemo, diklaim masih dalam proses di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Menurut Fajar Alam Usop, Ketua KSU Penyang Sangkalemo, Sabtu (3/11/2018), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memiliki standar prosedur yang harus dilalui KSU untuk dapat mengeluarkan izin pelepasan kawasan menjadi APL.

APL ini nantinya diproyeksikan sebagai kawasan pemukiman dan perumahan yang tertuju kepada masyarakat secara umum, dan anggota KSU Penyang Sangkalemo secara khusus.

"KSU Penyang Sangkalemo menyadari kurangnya SDM. Perhatian kepada koperasi di Palangka Raya juga masih minim," jelasnya.

Fajar mengungkapkan, sejak berdiri 1992, KSU Penyang Sangkalemo sampai saat ini masih aktif. Pengurusan izin pelepasan kawasan 400 hektare di Jalan D.A Tawa (lingkar luar Yos Sudarso) sudah dimulai sejak tahun 2013.

"Sampai akhir tahun 2018 ini, sudah sampai pada proses permohonan tim terpadu untuk hadir meninjau lokasi yang dimohon untuk dilepas dan menjadi areal pemukiman dan perumahan rakyat," imbuhnya.

Izin yang sudah dipegang KSU Penyang Sangkalemo, lanjut Fajar, sebelumnya adalah izin prinsip Walikota Palangka Raya tahun 2015 plus rekomendasi Gubernur Kalimantan Tengah tahun 2016.

"Ini sebagai salah satu persyaratan pelepasan kawasan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Instruksi undang-undang pun jelas dilarang berakitivitas di areal yang masih berstatus kawasan hutan," tandasnya.

Karena itu, KSU Penyang Sangkalemo mengikuti segala aturan yang berlaku agar dalam proses pelepasan kawasan tersebut lancar dan aman.

"Kami juga berharap pemerintah kota responsif dan bersinergi untuk kemajuan kota Palangka Raya," pungkasnya.[kaspebri]


TAG