Masih Banjir, Panjang Genangan Jalan Poros Palangka Raya-Kuala Kurun Capai 800 Meter

Print Friendly and PDF

PULANG PISAU - Laporan Poslap di Kecamatan Kahayan Tengah (Bukit Rawi), menyebutkan kondisi terkini Desa Penda Barania dan Tanjung Sangalang serta jalan poros Palangka Raya-Kuala Kurun, debit air masih bertahan antara 10 hingga 15 sentimeter dan pada ruas jalan yang terendam.

Sedikitnya terdapat tiga titik ruas jalan yang terendam dan panjang lokasi yang terendam kurang lebih 600 sampai 800 meter. Meski demikian arus lalu lintas masih berjalan normal.

Hanya saja, dari dampak banjir tersebut, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulang Pisau terus mengingatkan kepada pengguna jalan untuk tetap berhati-hati saat melintas di ruas jalan tersebut, khususnya bagi mobil bertipe body rendah seperti pikap, sedan dan lain sebagainya.

"Melihat kondisi ruas jalan poros Palangka Raya-Kuala Kurun di wilayah Kahayan Tengah masih terendam banjir, maka kita ingatkan bagi pengguna jalan agar tetap waspada saat melintas di area jalan yang tergenang banjir," ucap Kepala BPBD Pulpis, Salahudin mengabarkan kepada media ini, Minggu (25/11/2018).

Ia juga mengungkapkan, sampai saat ini tinggi debit air dari dasar permukaan tanah di Desa Tanjung Sangalang terpantau ketinggian mencapai 65 sentimeter, namun air masih tidak merendam rumah penduduk dikarenakan rumah warga setempat bersifat rumah panggung dengan rata-rata ketinggian tiang rumah di atas 150 sentimeter dari dasar permukaan tanah terendah.

"Hanya saja kita terkendala sinyal ponsel untuk penyampaian informasi dan pengiriman data dari tim dan rekan di lapangan, serta minimnya lampu penerangan saat tim bertugas di malam hari," ungkapnya.

Sampai saat ini juga, tambahnya, curah hujan masih tergolong tinggi maka tidak menutup kemungkinan debit air di beberapa desa yang terdampak banjir akan terus naik sehubungan debit air dari hulu sungai Kahayan juga terus meningkat.

"Warga yang berada di bantaran sungai Kahayan yang saat ini terdampak banjir untuk selalu waspada akan potensi peningkatan debit air dan arus kencang yang dapat membuat bencana korban jiwa serta mengimbau bila debit air terus meningkat agar segera mengungsi ketempat yang lebih tinggi dan ketempat yang lebih aman," pungkasnya.

Sementara dari informasi lapangan, pihak personel yang stanby di lokasi di area banjir sedikitnya 18 personel terdiri dari pihak BPBD 9 orang, polisi 7 orang
Dan TNI 2 orang.

Sedangkan untuk peralatan yang digunakan saat ini, 1 Unit mobil BPBD, 1 unit mobil Polsek Kahayan Tengah dan 5 unit kendaraan bermotor.[manan]


TAG