Lagi, Polres Pulpis Bekuk Pemilik Sabu di Banting

Print Friendly and PDF

PULANG PISAU - Satuan Sat Res Narkoba Polres Pulang Pisau kembali meringkus pelaku kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu di Sei Karing, Desa Pahawan Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, Senin (19/11/2018).

Pelaku kepemilikan barang haram tersebut dengan inisial E (28) warga Desa Pangkoh III Blok B, Jalur VIII, RT/RW 008/002, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau.

Dalam press conference yang disampaikan Kapolres Pulang Pisau, AKBP Siswo Yuwono BPM, SH SIK melalui Waka Polres Kompol Endro Ari Bowo, didampingi Kabag Ops, AKP Abdul Aziz dan Kasatresnarkoba, Iptu Purnomo, menerangkan bahwa pihaknya telah mengamankan pelaku dengan inisial E yang kedapatan memiliki, menyimpan, menguasai atau mengadakan narkoba golongan I jenis sabu-sabu.

"Senin 19 November sekitar pukul 14.30 WIB, Satresnarkoba Polres Pulpis berhasil mengamankan pelaku kepemilikan sabu-sabu di Desa Pahawan," ucap Endro kepada awak media, Rabu (21/11/2018) di Halaman Mako Polres setempat.

Selanjutnya, kata Endro, hasil introgasi dengan pelaku, barang haram tersebut diperolehnya dari saudara X (nama samaran) di lokasi tambang Puya Sei Karing, Desa Pahawa.

Pelaku mengenal saudar X ini kurang lebih 1 bulan yang lalu, dan langsung melangsungkan transaksi jual beri narkoba jenis sabu-sabu.

Usai melakukan transaksi dengan saudara X, tambah Endro, pelaku berhasil membawa barang haram tersebut sebanyak 5 bungkus dari saudara X dengan harga 2 juta.

Lalu, tambahnya, kelima paket itu nantinya akan dijual kembali oleh pelaku dengan harga 2,5 juta, sehingga apabila kelima paket sabu-sabu tersebut habis terjual maka pelaku akan meraih keuntungan 500 ribu.

"Untuk saudara X masih tahap pengejaran kita. Pelaku E mengakui dari kelima paket barang haram tersebut berhasil ia jual 1 paket dengan harga 500 ribu," kata Endro.

Diungkapkan Endro, pelaku terpaksa dilumpuhkan petugas tengan timah panas dibagian salah satu kakinya, karena saat dilakukan penangkapan pelaku melakukan perlawanan.

"Pelaku akan kita kenakan pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun atau denda 800 juta," tuturnya.[manan]


TAG