KKN, Mahasiswa UIN Banjarmasin Gelar Sunatan Massal di Jabiren

Print Friendly and PDF

PULANG PISAU - Mahasiswa-mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Banjarmasin bekerjasama dengan Puskesmas Jabiren mengadakan kegiatan sunatan massal.

Sedikitnya dalam kegiatan sunatan massal tersebut, ada sebanyak 22 warga dari dua desa yang mengikuti sunatan tersebut,  yaitu warga Desa Pilang dan Desa Jabiren.

Ketua Pelaksana KKN UIN Banjarmasin, Nurlaili Rahmadhani mengatakan, kegiatan ini murni diprakarsai oleh mahasiswa KKN UIN dari Banjarmasin. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian kepada anak yang kurang mampu di daerah Kecamatan Jabiren Raya.

"Sunatan massal ini kita prakarsai, di mana telah bekerjasama dengan pihak Puskesmas setempat. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dan pesertanyanya dari Desa Pilang dan Desa Jabiren," ucapnya.

Nurlaili mengungkapkan, bahwa pihaknya selama memasuki KKN 2 bulan terakhir ini telah beberapa kali melangsungkan perlombaan, seperti jalan santai, melakukan kebersihan lingkungan dan sunatan massal yang hari ini digelar.

"Semoga kegiatan ini menjadi berkah dan ladang amal bagi kita semua," tukasnya.

Sementara, Kepala Puskesmas Jabiren Rustam Efendi, saat di konfirmasi awak media, membenarkan bahwa pelaksanaan kegiatan sunatan massal ini kerjasama dengan mahasiswa KKN UIN Banjarmasin dan kegiatan ini tidak diakomodir oleh BPJS. Namun murni dari dana mahasiswa KKN UIN.

"Biaya pelaksanaan sunatan massal ini murni dari dana adik-adik mahasiswa KKN UIN Banjarmasin yang berusaha mencari dana dari luar," ucap Rustam menyampaikan.

Melihat kepedulian tersebut, pihaknya  sangat mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya kegiatan ini, sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang kurang mampu.

"Kami tentunya berharap agar kegiatan semacam ini bisa berlanjut jangan sampai terputus. Pihak Puskesmas akan selalu menerima dengan baik bagi mahasiswa manapun yg melakukan kegiatan semacam ini, mengingat betapa pentingnya kegiatan sunatan bagi anak-anak untuk disunat agar kesehatannya terjaga dan terhindar dari berbagai  penyakit. Kami rasa kegiatan semacam ini pasti memerlukan biaya yang banyak," tuturnya.[manan]


TAG