Jelang Akhir Tahun, Target 35 Persen Proyek Multiyears Tercapai..?

Print Friendly and PDF

BUNTOK - Hingga penghujung bulan November 2018, pencapaian progres pekerjaan dalam pelaksanaan tujuh paket multiyears bervariasi dengan kisaran 15 - 25,5 persen. Dengan kisaran capaian ini, mampukah target 35 persen progres di tahun 2018 tercapai?

Meskipun sudah memasuki musim penghujan dan sebagian wilayah sudah dilanda banjir, namun optimisme tetap ditunjukkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Barito Selatan, Agus In'yulius ST MT.

Kepada KabarKalteng, pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Lamandau ini, menjelaskan, bahwa dengan masih berjalannya pelaksanaan pekerjaan di lapangan, dirinya yakin akan mampu mencapai target progres yakni sebesar 35 persen.

"Target rencana prosentase pekerjaan untuk tahun ini, diusahakan/direncanakan bisa mencapai 35 persen. Sampai saat ini, rata-rata kemajuan sdh mencapai bervariasi antara 15-25,5 % dan terus meningkat, diharapkan di akhit tahun target tersebut tercapai," sampaikannya yakin, kepada KabarKalteng, via pesan whatsapp, Senin (26/11/2018).

"Semua mengejar target capaian prosentasi pekerjaan, Jln Pendang - Ihi saat ini sedang pengadaan tiang pancang dan rangka jembatan bajanya sambil pembentukan badan jalan, Jalan Bangkuang sedang mengejar pengecoran jalan, Jln Godfried tumang dan Tabak Kanilan sudah dan sedang melaksanakan CTR, Rampamea sedang pembentukan badan jalan dan agregat
Jln mayor Pitel sama, pembentukan badan jalan dan agregat serta box culvert," rinci Agus.

Terkait dengan kondisi cuaca sendiri, pihaknya mulai menggunakan pola on off, yakni pekerjaan akan dilakukan secepat mungkin mengejar ketertinggalan saat cuaca sedang baik dan stop saat terjadi hujan.

"Terkait kondisi cuaca, sampai saat ini masih bisa diantisipasi dengan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang bisa dilaksanakan saat kondisi cuaca seperti ini serta memainkan pola on off. Saat cuaca baik kita kejar, saat hujan kita off sampai cuaca baik.
Jadi intinya pengaturan di lapangan saja Pak, dengan tetap fokus mengejar target volume," bebernya.

Sementara itu, terkait dengan adanya informasi mengenai adanya intervensi dari pihak DPUPR terhadap kontraktor, untuk menggunakan material yang dipilih oleh DPUPR, sehingga menjadi kendala segera dilaksanakannya pekerjaan, menurut Agus itu tidaklah benar, pasalnya semua material dan jenis kegiatan harus berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Jadi tidak ada yang bu Ita  mengintervensi timbunan tersebut, beliau meminta rekanan mencari timbunan sesuai spek," terangnya.

Senada dengan Agus, Kabid Bina Marga DPUPR Barsel, Ita Minarni, juga membantah bahwa adanya intervensi dari pihak dalam DPUPR untuk mengarahkan agar kontraktor menggunakan material dari wilayah tertentu.

"Trims atas infonya, hal ini (intervensi) tidak benar, ada beberapa hal yang membuat agak keterlambatan kegiatan pekerjaan multiyers,  ada yang masalah kesiapan lahan ada sebagian kegiatan yang  kena lahan atau kebun masyarakat, tetapi sekarang kita lagi upayakan untuk segera diselesaikan. Kalau material kita harus sesuai dengan yang ada di dalam kontrak," tegasnya.[tampetu]


TAG