Disnaker Usulkan Kenaikan UMK, Ini Besarannya..!

Print Friendly and PDF

KUALA KAPUAS - Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2019, di Kabupaten Kapuas bakal mengalami kenaikan dengan kisaran antara 7 hingga 8 persen lebih.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kapuas, H Rahmadi Muan, Jumat (9/11/2018) mengatakan, kesepakatan kenaikan UMK itu berdasarkan hasil rapat bersama, Disnaker dengan pihak-pihak terkait.

"Kesepakatan kenaikan UMK tahun 2019 nanti akan disampaikan ke Bupati Kapuas untuk selanjutnya diteruskan ke pemerintah Provinsi Kalteng," kata Rahmadi dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Menurutnya, untuk masing-masing bidang usaha swasta memang memiliki perbedaan kenaikan UMK. Sebagai patokan UMK tahun 2018 ini, UMK Kapuas sebesar Rp2.471.250 naik sebesar Rp198. 440 sehingga berjumlah Rp2.669.690.

Sedangkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) juga naik berkisar antara 7 sampai 8 persen lebih.

Sektor Pertanian, peternakan, kehutanan perburuhan, perikanan serta perkebunan dan hutan tanaman industri, sektor penebangan kayu (logging) dan sektor industri pengolahan, sektor jasa, sektor kistrok dan gas pada tahun 2018 sebesar Rp2.501.250 naik menjadi Rp2.702.100 atau mengalami kenaikan 8,03 persen.

Sementara itu, pada sektor bangunan, di tahun 2018 UMSK sebesar Rp2.511.250  menjadi Rp2.702.100 atau naik 7,06  persen. Ini diikuti sektor pertambangan dan penggalian naik dari Rp2.594.813 menjadi Rp2.803.100 atau 8,27 persen.

Saat dikonfirmasi tentang rendahnya upah/honor lingkungan Pemkab Kapuas, dirinya mengatakan hal itu merupakan kebijakan serta menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

"Semua kembali dengan kebijakan daerah dan kemampuan keuangan daerah," pungkas mantan Kadis Transmigrasi ini.[zulkifli]


TAG