Dinilai Bersalah, JPU Tuntut Empat Kader Partai Ini dengan 1,5 Tahun Penjara

Print Friendly and PDF

BUNTOK - Terbukti secara meyakinkan bersalah melakukan penipuan terhadap H Supiatma, keempat kader Partai Demokrat Kabupaten Barito Selatan, dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), satu tahun dan enam bulan penjara.

Keempat terdakwa, yakni Astianto, Pandi Udaya, Badarudin dan Ahmad Normansyah, sama-sama dituntut dengan Pasal 378 Juncto Pasal 55 Ayat (1) UU KUHP, dengan ancaman hukuman penjara selama satu tahun dan enam bulan penjara.

Dalam tuntutan yang dibacakan oleh JPU, Agung Cap Prawarmianto SH, pada persidangan lanjutan kasus penipuan oleh keempat kader Partai Demokrat di Barsel, Astianto cs terhadap H Supiatma, yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Buntok, Selasa (6/11/2018), tersebut, keempatnya dinyatakan terbukti dengan sangat meyakinkan telah melakukan penipuan terhadap korban.

Di hadapan Majelis Hakim, Ade Dharmawan SH MH sebagai Hakim Ketua, John Ricardo SH dan Agustinus SH, sebagai Hakim Anggota, keempatnya dinyatakan bersalah karena telah melakukan penipuan terhadap H Supiatma, dengan menjanjikan akan memilih yang bersangkutan sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Barsel yang dilaksanakan pada Sabtu (24/3/2018) yang lalu, di Sampit Kotawaringin Timur.

Akibat dari perbuatan mereka tersebut, korban, yakni H Supiatma, yang pada awal mulanya menyadari ketidak mampuannya untuk menjadi Ketua DPC Partai berlambang bintang segitiga ini, akhirnya menyerahkan sejumlah uang kepada keempatnya, karena dijanjikan akan dipilih dalam proses pemilihan ketua tersebut.

Namun sayangnya, pada saat yang sudah ditentukan, H Supiatma ternyata hanya mendapatkan satu suara atas nama Nur Adijah, sedangakan keempat terdakwa tidak menepati janji mereka, dikarenakan memilih Idariani yang menjanjikan memberikan uang lebih banyak kepada keempatnya.

"Dengan sangat meyakinkan, keempat terdakwa terbukti melakukan serangkaian penipuan dan kebohongan terhadap korban, dapat dibuktikan dengan beberapa bukti fakta yang tertuang di dalam surat tuntutan," bacakan Agung.

Bukti-bukti yang dimaksudkan Agung di dalam tuntutannya, adalah berupa rekaman percakapan, bukti kwitansi penyerahan uang kepada Nur Adijah oleh H Supiatma sejumlah Rp125 juta atau 50 persen dari total yang diminta oleh keempat terdakwa Termasuk Nur Adijah, yakni sebesar Rp50 juta per orang, kemudian bukti kwitansi penyerahan uang secara terpisah kepada keempat terdakwa oleh Nur Adijah, bukti tranfer kerekening masing-masing terkdawa oleh H Supiatma dan juga keterangan saksi Taufik Hidayat dan H Burhanudin, yang membenarkan adanya penyerahan uang secara kontan kepada terdakwa oleh H Supiatma.

Sidang yang berakhir sekitar pukul 15.30 WIB tersebut, diskor dan akan dilanjutkan pada hari Selasa (13/11/2018) mendatang, dengan agenda pembelaan terdakwa.[tampetu]


TAG