Crash Pesawat: Dua Bayi Meninggal, Sepuluh Penumpang Lainnya Selamat..?

Print Friendly and PDF

foto | simulasi kecelakaan pesawatBUNTOK - Kecelakaan pesawat jenis Grand Caravan 208 B, di Bandara Sanggu, Buntok, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kamis (29/11/2018), menewaskan dua bayi.

Sementara itu, tiga orang disebutkan terluka parah dan satu orang luka ringan. Sedang enam korban lainnya dinyatakan selamat.

Kecelakaan pesawat berpenumpang 12 orang milik PT. Angkasa Utama, jenis grand caravan yang take off dari Bandara Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan tersebut, diakibatkan oleh dorongan angin dengan kecepatan 13 knot dari arah belakang pesawat.

Alhasil, kondisi ini menyebabkan terjadinya gesekan antara pesawat dengan run way dan menyebabkan sayap bagian sebelah kiri pesawat patah, dan kemudian menyebabkan pesawat terbakar.

Bergerak cepat, satuan komite keselamatan dan keamanan di lingkungan Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Sanggu, Buntok, segera melakukan penanganan terhadap kecelakaan yang terjadi.

Tampak satu buah unit mobil pemadam kebakaran milik UPBU Kelas III Sanggu, segera memadamkan api, yang dengan cepat bisa dikuasai.

Tak lama berselang, empat unit mobil ambulance milik UPBU Sanggu, Puskesmas Buntok, Puskesmas Sababilah dan milik RSUD Jaraga Sasameh Buntok, beserta puluhan personel petugas kesehatan dan Palang Merah Indonesia (PMI) Barsel, tampak sigap membantu mengevakuasi dan menangani korban kecelakaan.

Demikian, simulasi pelatihan bersama Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Tahun 2018, yang dilaksanakan di UPBU Kelas III Sanggu, Buntok, Kamis (29/11/2018).

Disampaikan oleh Kepala UPBU Kelas III Sanggu, Agus Priyatmono ST MT, latihan gabungan yang digelar antara PK-PKK dan Avsec UPBU Sanggu dengan komite keselamatan Bandara di Buntok, yakni TNI, Polri, tim petugas medis dari Puskesmas Buntok, Puskesmas Sababilah, RSUD Jaraga Sasameh, UPBU Kelas III Sanggu ini.

Simulasi ini dimaksudkan untuk mengkaji fungsi-fungsi komando, komunikasi dan koordinasi atau unit terkait dalam penanggulangan keadaan darurat di Bandara, serta melatih kemampuan personil sesuai bidangnya masing-masing dalam penanganan keadaan darurat di Bandara.

"Pelatihan ini, juga bermaksud untuk meminimalkan korban jiwa dan harta benda, dalam sebuah kejadian keadaan darurat di Bandara Sanggu," jelasnya.

Dilanjutkan Agus, PKD yang dilaksanakan untuk kedua kalinya oleh otoritas UPBU Sanggu ini, bertujuan untuk mewujudkan dan memantabkan penanggulangan keadaan darurat di Bandara kebanggaan warga Barsel tersebut, sesuai dengan standarisasi prosedur keamanan dan keselamatan yang sama di tingkat Internasional.

"Sasarannya, adalah untuk memantabkan prosedur operasi dalam penanggulangan keadaan darurat di Bandara Sanggu," pungkas pria kelahiran Jawa Timur ini.

PKD yang diselenggarakan dengan ditandai apel bersama di lapangan parkir UPBU Kelas III Sanggu dan pengenaan atribut PKD oleh Kepala UPBU Sanggu kepada perwakilan komite keselamatan dan keamanan bandara ini, dikuti oleh 85 personel gabungan dari Otoritas Wilayah VII Bandara Sepinggan Balikpapan, Avsec UPBU Sanggu, PK-PKK UPBU Sanggu, unsur TNI, aparat Kepolisian, petugas medis dari Puskesmas Buntok, Puskesmas Sababilah, RSUD Jaraga Sasameh Buntok, Satpol PP Barsel dan pemerintah desa setempat.[tampetu/deni]


TAG