Bimtek Damang dan Mantir Perkuat Hukum Adat

Print Friendly and PDF

PULANG PISAU - Upaya peningkatan perangkat Kedamangan dan Mantir di wilayah Kabupaten Pulang Pisau digelar Pemkab dengan menggelar bimbingan teknis (Bimtek). Narasumber bahkan dipercayakan kepada Ketua Pengadilan Negeri Pulang Pisau, Agung Nugroho, SH.

Bimtek berlangsung di Aula Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Selasa (6/11/2018). Hadir dalam kesempatan itu, para Damang dan Mantir se-Kecamatan Jabiran Raya.

Kepala Bagian Pemerintahan (Kabag Pemerintahan) Setda Pulang Pisau, Bakhzar Effendi, mengungkapkan bimtek yang diselenggarakan ini tentunya bertujuan untuk menguatkan hak-hak masyarakat Dayak sehingga memiliki kekuatan hukum, pengakuan dan peran terhadap fungsi serta tugas para Damang dan Mantir agar maksimal dalam memberikan pelayanan.

"Pemerintah selalu berkomitmen dalam mengangkat harkat dan martabat Damang dan Mantir ini dalam masalah adat, terutama pada masalah fasilitasi dan peningkatan SDM termasuk masalah insentif para Damang dan Mantir," katanya kepada awak media, Selasa (6/11/2018).

Sementara, Damang Jabiren Raya, Syaiful, mengatakan pihaknya mengapresiasi dan mendukung atas terselenggaranya bimtek dengan para Damang dan Mantir di Kecamatan Jabiren Raya ini.

"Kita tentunya sangat mendukung digelarnya bimtek ini, sehingga para Damang dan Mantir dapat memahami peraturan antara hukum adat dan hukum positif agar tidak ada benturan," kata Syaiful, usai pelaksanaan bimtek.

Sementara itu juga disampaikan Kepala Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Pulang Pisau, Agung Nugroho SH selaku Narasumber, bahwa negara sebagaimana amanat hukum telah menghargai nilai-nilai luhur dari hukun adat itu sendiri.

"Amanat itu tentunya menjadi dasar payungan hukum, dengan demikian apa yang ada menjadi hukum adat dimasyarakat akan kita lihat dan kita hormati hukum adat tersebut," ucapnya pada kesempatan yang sama.

Ia menuturkan, setiap ada persoalan hukum yang terjadi di wilayah hukum adat, maka diharapkan untuk dapat diselesaikan tingat bawah dulu, (melalui hukum adat dulu) sehingga ada keseimbangan dalam masyarakat dalam penyelesaiannya, maka tidak perlu lagi naik sampai kepengadilan.

"Dengan adanya acara semacam ini, biar para Damang dan Mantir lebih memahami lagi terkait persoalan hukum adat. Kita pastinya sanggat mensupport dan siap untuk memberikan pemahaman hukum bagi masyarakat, khususnya bagi Damang dan Mantir," tukasnya.[manan]


TAG