Bersama Siswa, Camat Paku Bersihkan Lapangan Runggu Raya

Print Friendly and PDF

TAMIANG LAYANG - Bentuk kepedulian terhadap kondisi lapangan sepakbola yang terletak di Desa Runggu Raya Kecamatan Paku Kabupaten Barito Timur (Bartim) kembali ditunjukkan.

Kali ini kerja bakti kembali dilakukan dengan melibatkan siswa siswi Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Karang Taruna serta diikuti juga oleh warga masyarakat perwakilan dari dua belas Desa se-Kecamatan Paku, Jumat (9/11/2018).

Kerja bakti yang dimulai pukul 07:00 Wib ini juga mendapat simpati dari beberapa warga masyarakat dengan meminjamkan beberapa unit mobil yang digunakan untuk mengangkut batu maupun rumput yang sudah dipotong.

Camat Paku, Ristanto Pratomo SSTP yang juga turut serta dalam kegiatan tersebut membeberkan, kegiatan kerja bakti tersebut berawal dari usulan Kades Desa Runggu Raya, Catur Karya dan Kades Desa Tampa, Dubinanta serta beberapa tokoh masyarakat yang secara khusus mendatanginya dan menyampaikan keluhan terkait kondisi lapangan yang dikeluhkan warga masyarakat tersebut.

"Hingga akhirnya diambil keputusan untuk meminta partisipasi siswa siswi SMP dan SMA dengan turut juga melibatkan perwakilan dari duabelas Desa," ungkapnya ketika diwawancarai KabarKalteng.

Lebih lanjut Ristanto memaparkan bahwa anggaran untuk kegiatan kerja bakti tersebut berasal dari sumbangan sukarela duebelas Kepala Desa se-Kecamatan Paku dan juga berasal dari saldo panitia HUT RI kemaren.

"Jadi intinya kegiatan ini kita lakukan untuk menyikapi keluhan warga masyarakat dan juga keinginan agar lapangan ini bisa kita gunakan untuk turnamen sepakbola di tahun berikutnya. Kita patut berbangga dan berterima kasih atas responnya juga baik sehingga kegiatan bakti sosial ini akhirnya terlaksana dengan baik," ungkapnya.

Sementara Kepala Sekolah SMP I Tampa, Gadrin ketika ditemui dikediamannya menyampaikan sedikit penyesalannya terkait kerja bakti yang melibatkan siswa siswinya tersebut kepada KabarKalteng mengatakan bahwa goyong royong tersebut bertujuan baik tetapi yang dirasa janggal karena terkesan pihak pemborong lepas tangan dengan perawatan lapangan tersebut.

Hingga akhirnya lanjutnya lagi, warga masyarakat serta para siswa yang dibuat repot akibat ulah pihak pemborong yang diduga asal jadi dalam pengerjaan proyek tersebut termasuk tidak melakukan perawatan terhadap lapangan sepak bola itu.

"Kalau bakti sosial tersebut seperti menanam pohon pelindung atau membuang sampah disekitar lapangan sepak bola tersebut itu masih wajar tapi ini masuk dalam areal yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemborong, terus tanggung jawab pemborongnya selama ini bagaimana," katanya.

Ditambahkan, Gadrin berharap agar kedepannya nanti tidak ada pemborong yang melupakan tugas dan kewajibannya, apalagi proyek tersebut menyangkut hak orang banyak.[adi]

TAG