Bawaslu Kapuas Ingatkan Larangan Berkampanye di Tempat Ibadah

Print Friendly and PDF

KUALA KAPUAS - Menghadapi perayaan hari besar keagamaan dan jelang pesta demokrasi, baik peserta Pemilu 2019, atau pun Caleg, mesti memperhatikan rambu-rambu yang sudah diatur dalam aturan perundang-undangan selama masa kampanye. Ini agar tidak berkampanye ataupun melakukan politik praktis di tempat ibadah.

Iswahyudi Wibowo SH, Ketua Bawaslu Kapuas, Selasa (26/11/2018) mengatakan, menindaklanjuti pertemuan dengan para pimpinan lembaga gereja dengan Bawaslu Kapuas berkenaan dengan masa kampanye dan hari besar keagamaan Kristen, pihaknya menyampaikan beberapa hal.

"Tidak boleh mempergunakan sarana/ibadah di gereja/ibadah rumah tangga utk membagikan alat peraga kampanye (APK)," kata Iswahyudi, melalui pesan seluler.

Menurutnya, calon dengan menyebut nama, nomor, calon DPR/DPRD, DPD dan Dapil adalah termasuk dalam bagian citra diri dan termasuk materi kampanye. Oleh sebab itu, jika ada yang merekam dan melaporkan ke Bawaslu, maka itu ditindaklanjuti karena termasuk pelanggaran.

"Baliho atau spanduk ucapan 'selamat Natal' misalnya, jika disisipkan foto Caleg dengan pakaian partai, nomor urut dan Dapil, tidak diperbolehkan dipasang di area gereja," terangnya.

Sumbangan, doorprize, sambungnya siapapun boleh asalkan tidak menunjukkan citra diri (nomor urut Caleg, Dapil, Partai). Hanya nama saja.

"Demikian untuk bisa kita sama-sama kita mencermatinya,"pungkas Iswahyudi.[zulkifli]


TAG