Anggota Dewan Ini Minta Aspirasi Masyarakat Diprioritaskan dalam RAPBD 2019

Print Friendly and PDF

KUALA KAPUAS - Alotnya pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Daerah (RAPBD) murni tahun anggaran 2019, hingga saat ini belum mencapai kesepakatan. Ini dikarenakan belum terakomodirnya beberapa aspirasi di lapangan hasil reses anggota DPRD.

Hal itu diungkapkan Abdurahman Amur, anggota komisi II DPRD Kapuas, Selasa (27/11/2018) usai memimpin rapat pembahasan bersama sejumlah SOPD.

Dikatakannya, Komisi II belum membahas dan minta pendapat-pendapat bagaimana RAPBD 2019, yang ternyata tidak ada penambahan tetapi sesuai KUA-KPPS.

"Jadi aspirasi kawan-kawan dewan belum terakomodir, seharusnya itu sudah dimasukkan ke sini (RAPBD 2019)," beber Abdurahman.

Aspirasi itu, lanjut dia, berdasarkan hasil saat melakukan reses, dan fakta yang ada di lapangan, juga atas permintaan masyarakat setempat.

"Contohnya ada jembatan di (desa) Palampai, itu jembatan miring dan sudah kita tanyakan ada korban, ternyata belum masuk," terang Abdurahman.

Memang, lanjutnya, dia bisa memaklumi kondisi keuangan daerah yang belum mampu memenuhi semua kebutuhan itu. "Tetapi kita harus memperhatikan aspirasi dewan yang sudah reses ke daerah itu melihat langsung kondisi di lapangan," imbuhnya.

Masyarakat, sambungnya, tentu mengharapkan wakil rakyat dapat memperjuangkan aspirasi-aspirasi mereka. Hal itu yang harus sama-sama jadi perhatian dan bisa masuk dalam anggaran.

"Tapi ternyata aspirasi kita belum masuk di situ, inilah yang menjadi kendala atau ganjalan dalam pembahasan ini, belum mencapai kesepakatan dan persetujuan," tandas Politisi Partai Golkar ini.

Kendati demikian pihaknya mengharapkan pembahasan itu segera selesai. "Kita harapkan RAPBD 2019 ini selesai besok," pungkasnya.[zulkifli]


TAG