40 Pemohon Ikuti Sidang Ishbat Nikah di Aula Kecamatan Bahaur

Print Friendly and PDF

PULANG PISAU- Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo mengahdiri Kegiatan Pelayanan Sidang Terpadu Ishbat Nikah, di Aula Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Rabu (28/11/2018).

Dalam sambutannya, Bupati Edy mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik dan mengapresiasi atas upaya yang dilakukan oleh PKK dan Bagian Kesra Kabupaten Pulang Pisau yang secara konsisten mengupayakan kegiatan tersebut bisa berjalan setiap tahunnya.

“Hari ini ada sedikit perbedaan, karena PKK dan Kesra melibatkan tiga isntansi yang sudah melakukan Memorandum of Understanding (MoU), yaitu Pengadilan Agama Pulang Pisau, Dinas Pencatatan Sipil Dan Kependudukan Dan Kementrian Agama Pulang Pisau,” kata Edy

Edy mengungkapkan, selain Kegiatan Sidang Terpadu Ishbat Nikah kegiatan tersebut juga dirangkai dengan acara penyerahan wilayah yuridiksi Pengadilan Agama Pulang Pisau dari Pengadilan Agama Kuala Kapuas.

“Dengan tiga instansi pemerintah yang bekerjasama diharapkan segala proses administrasi kependudukan bagi para pemohon pengesahan nikah di Pengadilan Agama Pulang Pisau yang dikabulkan pada hari ini bisa dipenuhi serta memperoleh kutipan akta nikah dan akta kelahiran pasanagan,” ujar Edy.

Ia menjelaskan pelayanan terpadu yang dilakukan tersebut bertujuan untuk memberikan kepastian kepemilikan status perkawinan dan kependudukan bagi masyarakat yang selama ini pernah merasa melakukan perkawinan dengan syarat dan rukun terpenuhi akan tetapi tidak melakukan pencatatan perkawinan, kekantor urusan agama setempat.

"Isbah nikah atau pengesahan nikah tersebut menjadi kewenangan dari Pengadilan Agama," tukasnya.

Sementara, dari laporan yang diterima panitia pelaksana kegiatan telah terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Agama Pulang Pisau pada tanggal 8 November sebanyak 40 perkara yang telah melalui tahapan dan proses pendaftaran perkara dan pemanggilan dan telah siap untuk disidangkan.

“Kita berharap apa yang menjadi tujuan akhir kegiatan ini bisa dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat, dan mudah-mudahan kegiatan serupa bisa dilaksanakan kembali dengan jumlah peserta yang meningkat. Sehingga akhirnya tingkat kesadaran hukum dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pernikahan yang tercatat dapat disadari bersama,” tuturnya.[manan]


TAG