Waspada Hoax dalam Arus Informasi Dunia Maya

Print Friendly and PDF


KITA tengah berada di era siber, zaman internetisasi yang menjadikan semakin tipisnya antara dunia maya dan dunia nyata, di tengah keberadaan teknologi internet semakin maju. Menggunakan teknologi internet saat ini bukan hanya bisa lewat Personal Computer (PC), dengan kemajuan teknologi sekarang internet dapat diakses melalui smart phone alias telepon pintar.

Ya, sebab boleh jadi kini fungsi ponsel  tidak hanya sekedar untuk telepon atau mengirim pesan singkat/SMS, tetapi pada ponsel-ponsel pintar yang berbasis OS dan iOS memiliki banyak aplikasi canggih, sehingga semakin banyak hal bisa dilakukan. Didukung lagi dengan jaringan yang sudah mencapai 4G bahkan 5G yang semakin meluas.

Semakin bertambah nilai dari sebuah ponsel, maka semakin efisien pula jalur informasi yang bisa didapatkan, baik  untuk memperoleh informasi maupun beraktivitas media sosial begitu mudahnya dilakukan.

Di zaman now, aktivitas internet lebih dari sekedar mencari informasi dan berita, beraktivitas di media sosial (medsos) layaknya makanan sehari-hari.

Namun sayangnya tidaklah semua informasi di internet atau di dunia maya adalah benar, baik itu melalui situs-situs berita media abal-abal dan juga melalui situs media sosial, terlalu banyak informasi yang masuk, bisa saja bukan menjadikan kita cerdas, namun malah sebaliknya.

Lalu sudah seharusnya ketika banyaknya informasi yang didapatkan, kita diajarkan menjadi cerdas dalam memilah dan memilih sebuah informasi, akibat terlalu banyak informasi yang masuk terutama melalui media sosial bisa saja menimbulkan efek negatif. Termasuk berita-berita yang tidak jelas kebenarannya, dimanipulasi atau palsu, sehingga bisa menimbulkan kontroversi, dapat memicu konflik horizontal terlebih yang bersifat fitnah dan provokatif.

Bagi kalangan yang masih awam, terkadang berita-berita tersebut 'ditelan' tanpa mengklarifikasi dan melakukan cek and ricek terlebih dahulu. Bahkan ironisnya langsung menyebarkan kepada sesama pengguna jejaring sosial.

Informasi sesat atau berita bohong itu sendiri di dunia internet diistilahkan dengan hoax. Hoax sendiri adalah usaha untuk memperdaya orang-orang agar mempercayai sesuatu yang salah adalah benar.

Menurut Wikipedia, hoax itu adalah sebuah pemberitaan palsu suatu usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/pendengarnya untuk mempercayai sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut adalah memang palsu.

Salah satu contoh pemberitaan palsu yang paling umum adalah mengklaim sesuatu barang atau kejadian dengan suatu sebutan yang berbeda dengan barang/kejadian sejatinya.

Hoax adalah suatu kata yang digunakan untuk menunjukkan pemberitaan palsu atau usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/pendengarnya untuk mempercayai sesuatu yang biasanya digunakan dalam forum internet seperti facebook, tweeter, blog, dan lain sebagainya.

Dampak terburuk dari informasi palsu atau hoax adalah kejahatan dunia maya (cyber crime) yang bisa mengakibatkan tersandung masalah hukum, terjerat pasal-pasal Undang-undang ITE dengan sanksi pidana.

Mengingat dampak negatif hoax itu sudah semestinya bijak dan cerdas dalam menggunakan internet dan bermedsos tidak selalu gegabah dalam menyikapi sebuah informasi yang didapat.

Lihat sumber pemberitaannya, apakah kredibel atau abu-abu bahkan bisa jadi sumber abal-abal yang tidak jelas. Jangan mudah menerima sebuah informasi di media sosial tanpa filter, menelaah dan mencermati lebih dalam atas sebuah informasi yang didapat, begitu juga atas sebuah informasi yang ditemukan tidak semuanya mesti dishare atau dibagikan kepada sesama teman di medsos.

Ya..!, abaikan saja informasi palsu,berita sampah atau dari sumbernya yang abal-abal tersebut jika diyakini 100 persen itu sebagai hoax. Pasalnya, tidak ada gunanya menyimak kabar palsu, atau kabar bohong yang hanya berakibat merugikan, menghabiskan waktu, pikiran dan energi kita, jadi bijaklah dalam menyibak sebuah pemberitaan dan berselancar di dunia maya. Rumus bermedsos itu simple, jika tidak bisa menyebarkan kebaikan, jangan menebarkan keburukan, salam.[]

Penulis : Zulkifli
(sumber berbagai referensi)


TAG