Waduh..!, Oknum Anggota Dewan Ini Mangkir Lagi

Print Friendly and PDF


BUNTOK - Untuk kali kedua, Wakil Ketua I DPRD Barito Selatan berinisial HA mangkir dalam panggilan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Barsel. Kehadiran HA sangat dibutuhkan untuk memberikan keterangan dalam dugaan kasus suap paket proyek multiyears. Lalu ada apa?

Dari sepuluh nama pejabat yang dipanggil oleh Korps Adhyaksa Barsel, cuma HA yang kembali tidak hadir dalam pemanggilan, Senin (29/10/2018). Ini merupakan kedua kalinya yang bersangkutan mangkir, tanpa keterangan yang tidak jelas.

Panggilan ini terkait adanya dugaan kasus suap dalam penyelenggaraan proyek tahun jamak di Barsel, mengingat  sebelumnya HA juga tidak hadir dalam pemanggilan, Rabu (24/10/2018) lalu.

Sementara itu, dua pimpinan DPRD lainnya, TM dan RI, tampak hadir memenuhi panggilan penyidik Kejari Barsel, Senin (29/10/2018). Pantauan KabarKalteng, keduanya tampak hadir sejak pagi hari.

Keluar pertama dari ruang penyidikan, adalah TM, sekitar pukul 15.20 WIB. Kepada awak media, dia menerangkan bahwa kehadirannya di Kantor Korps Adhyaksa yang beralamatkan di Jalan Panglima Batur, Kota Buntok ini, adalah untuk memberikan keterangan terkait adanya dugaan kasus suap, dalam penyelenggaraan proyek tahun jamak di Kabupaten berjuluk Dahani Dahanai Tuntung Tulus tersebut.

"Iya, hari ini saya hadir untuk memenuhi panggilan terkait adanya dugaan suap Multiyears," sebutnya.

Selanjutnya, TM menjelaskan, bahwa ketidak hadirannya dalam pemanggilannya pada Rabu (24/10/2018), adalah dikarenakan ada salah penulisan nama dalam surat pemanggilan yang disampaikan oleh pihak Kejaksaan.

"Kemarin (Rabu, red), saya tidak hadir, karena surat panggilan yang diserahkan kepada saya itu salah penulisan namanya, seharusnya ujung nama saya M jadi N," tukasnya.

Sementara itu, sekitar sepuluh menit kemudian, atau tepatnya sekitar pukul 15.30 WIB, RI, tampak keluar dari ruangan penyidik. Ketika dicecar pertanyaan oleh awak media, dengan terburu-buru, RI membenarkan bahwa kedatangannya di Kantor Kejari Barsel, adalah juga terkait masalah dugaan kasus suap yang menyeret beberapa nama pejabat tinggi di Barsel.

"Saya buru-buru ini, yang pasti saya memenuhi panggilan Kejaksaan untuk memberikan keterangan terkait proyek multiyears," bebernya.[tampetu]

TAG