Usut Dugaan Suap Multiyears, Kejari Periksa Empat Pejabat Ini..!

Print Friendly and PDF


BUNTOK - Pengusutan dugaan suap dalam pelaksanaan proyek multiyears di Barito Selatan yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Barito Selatan, Kota Buntok, mulai memasuki tahap pemeriksaan terhadap beberapa pejabat Eselon di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Barsel, Senin (22/10/2018).

Empat pejabat yang memenuhi panggilan Kejari Barsel, adalah Sekretaris Daerah Barsel berinisial EK, Sekretaris Dewan Barsel JW, Kepala Bappeda Barsel RH dan terakhir adalah Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Barsel HF.

Keempatnya tampak hadir di Kejari secara berurutan, yang datang pertama kali adalah EK bersamaan dengan RH sekitar pukul 10.00 WIB, disusul kemudian sekitar pukul 10.37 WIB oleh JW dan terakhir hadir sekitar pukul 11.10 WIB adalah Hf.

Dikatakan oleh Kepala Kejari Barsel, Douglas Oscar Berlian Riwoe SH, melalui Kasi Pidsus, Bayu Fermady, pemanggilan keempatnya adalah untuk meminta keterangan terkait adanya dugaan kasus suap dalam proses pengadaan barang dan jasa (PBJ), tujuh paket proyek tahun jamak di Kabupaten berjuluk Dahani Dahanai Tuntung Tulus tersebut.

"Hari ini, mereka dipanggil guna memberikan keterangan, terkait adanya dugaan kasus suap dalam salah satu dari tujuh paket proyek multiyears," terang Bayu.

Sementara itu, dijelaskan lebih lanjut oleh  Bayu, pemanggilan terhadap keempatnya, merupakan pengembangan dari mencuatnya pemberitaan mengenai adanya dugaan aliran dana kepada sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Barsel, disertai dengan adanya bukti kwitansi.

"Pemeriksaan dilakukan terkait adanya bukti kwitansi, dalam aliran dana dugaan suap," bebernya.

Khusus untuk HF, dijelaskan oleh Kasi Datun, Arief Mulya S, yang bersangkutan diperiksa sebab dirinya selaku sebagai Kepala Bidang Bina Marga DPUPR tahun 2017. Sementara itu, RH merupakan Plt Kepala DPUPR tahun 2017, yang merupakan Penguasa Anggaran (PA) dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam perencanaan ketujuh paket proyek tahun jamak tersebut.

"Kini keduanya menjabat sebagai Kepala Bappeda dan Sekretaris DPUPR, tapi waktu itu (2017) keduanya adalah PA dan KPA, jadi keterangan mereka sangat penting dalam hal ini," tukas Arief.

Dalam pelaksanaan PBJ tujuh paket multiyears di Barsel sendiri, ada satu paket yang mencuat kepermukaan, yakni paket proyek peningkatan jalan dan jembatan ruas Bankuang-MTU, dengan pembiayaan sebesar Rp54 miliar yang dananya bersumber dari APBD Barsel.[tampetu]


TAG